Proyek Jargas Bakal Gunakan Skema Lelang KPBU, PGN: Kami Siap!
JAKARTA, investortrust.id - Pertamina Gas Negara (PGN) menyatakan siap mengikuti lelang program jaringan distribusi gas rumah tangga (Jargas) dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Lelang ini sendiri akan dibuka pada 2025 mendatang.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT PGN Tbk, Rosa Permata Sari membeberkan, sejak 2019-2020 saat pemerintah mulai menggaungkan skema KPBU untuk pembangunan jargas ini, PGN sudah bersiap membuat kajian di mana area yang menarik untuk menjadi bagian KPBU.
“Jadi apakah PGN siap? PGN tentu akan mendukung semua upaya pemerintah untuk dapat mengakslerasi ketersediaan infrasturktur jargas. Kami akan ikut (lelang),” ujar Rosa dalam acara Investortrust Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Gotong Royong Membangun Jargas: Menguji Efektivitas Skema KPBU” di Artotel Gelora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2024).
Baca Juga
Bahlil Tetapkan Jargas Jadi Top 3 Program Prioritas di Subsektor Migas, Ini Alasannya
Sebagaimana diketahui, PGN adalah perusahaan yang selama ini diberi penugasan oleh pemerintah untuk menggarap pembangunan jargas. Berdasarkan RPJMN 2020-2024, ditargetkan 2,5 juta sambungan rumah (SR) infrastruktur jargas dibangun hingga 2024 ini.
Kendati demikian, Rosa mengungkapkan kalau saat ini infrastruktur jargas yang sudah dibangun baru berada di kisaran 1 juta SR. Adapun pelanggan eksisting untuk jargas ini baru sekitar 820.000 SR.
“Kalau hari ini kan pelanggan eksisting di 820.000 SR. Kita menargetkan menambah tahun ini 117.000 SR, itu dalam konteks sambungan rumah tangga yang kita pasang. Tahun depan kita menargetkan kembali 200.000 SR,” beber Rosa.
Kendati demikian, Rosa tidak memungkiri bahwa untuk membangun infrastruktur jargas ini bukan perkara mudah. Dia menyebut ada sejumlah kendala yang dihadapi, dari mulai perizinan hingga minat masyarakat yang masih kurang.
Baca Juga
PGN Kejar Target Bangun 2,5 Juta Sambungan Rumah untuk Jargas, 4 Kota Ini Jadi Prioritas
“Hari ini tantangannya cukup besar. Lagi-lagi juga karena salah satu konteksnya itu adalah perizinan, keberminatan. Tapi kami gak patah arang. Kami tegak lurus pada penugasan dan cita-cita swasembada energi,” ujar dia.
Sementara itu, terkait dengan pembukaan lelang jargas lewat skema KPBU ini diungkapkan oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. Dia mengatakan, untuk konstruksi SR sendiri bisa terlaksana pada 2026.
"Kami baru akan mulai, kami sudah studi dua tahun. Insyaallah 2025 nanti kita masuk proses lelang, 2026 bisa konstruksi dan mulai ada SR untuk KPBU, rencananya seperti itu," kata Laode.

