PGN Kejar Target Bangun 2,5 Juta Sambungan Rumah untuk Jargas, 4 Kota Ini Jadi Prioritas
JAKARTA, investortrust.id - Pertamina Gas Negara (PGN) menargetkan dalam tiga tahun ke depan mereka harus memenuhi target ketersediaan infrastruktur untuk program jaringan distribusi gas rumah tangga (Jargas) sebanyak 2,5 juta sambungan rumah (SR).
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT PGN Tbk, Rosa Permata Sari menyampaikan, target 2,5 juta SR itu sejatinya tercantum dalam RPJMN 2020-2024. Namun, target itu tak bisa diselesaikan tepat waktu hingga akhir tahun 2024 ini. Tercatat, pelanggan jargas saat ini baru sekitar 820.000 SR.
“Yang dilihat angka 820.000 itu kan adalah masyarakat yang berlangganan. Nah ketika kita berbicara tiga tahun mendatang 1,6 juta SR itu adalah ketersediaan yang kami akan dorong,” ucap Rosa dalam acara FGD bertema Gotong Royong Membangun Jargas, yang digelar Investortrust di Jakarta, Selasa (29/10/2024).
Baca Juga
Pertamina Harap Pemerintah Beri Insentif untuk Akselerasi Jargas
Untuk mendorong pembangunan jargas tersebut, Rosa menyebut bahwa pihaknya akan fokus ke empat kota terlebih dahulu, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, dan Batam. Menurutnya, keempat kota tersebut memiliki kriteria yang ideal untuk mengakselerasi pertumbuhan jargas.
Menurut Rosa, salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan jargas dikarenakan masyarakat masih nyaman menggunakan gas LPG. Apalagi, harga jual LPG bersubsidi (gas melon 3 kg) juga lebih murah ketimbang jargas.
Maka dari itu, untuk mempercepat pertumbuhan jargas ini, Rosa menilai perlu dibuat regulasi di mana lokasi yang sudah terpasang jargas tidak boleh ada lagi LPG subsidi. Menurutnya, Batam menjadi lokasi yang cocok untuk menerapkan skema ini.
“Batam ini adalah kota yang menarik karena dia terisolasi pulau ya, artinya satu pulau. Kalau kita berbicara konsep menarik LPG bersubsidi, kita bisa menjadikan ini sebagai contoh di mana yang ada hanya LPG non-subsidi dan jargas. Ini akan bisa menjadi satu contoh,” kata Rosa.
Baca Juga
Kejar Target 2,5 Juta Sambungan Rumah, Kementerian ESDM Akselerasi Pembangunan Jargas
Sementara itu, untuk Surabaya dipandang punya profil yang bagus. Pasalnya, suplai jargas ke Surabaya sudah mencukupi. Selain itu, pertumbuhan pelanggan jargas di Kota Pahlawan itu juga dinilai besar.
“Medan sama dengan Surabaya, kota besar, namun tantangannya salah satunya adalah sumber gas. Tapi kalau volumenya tidak terlalu signifikan rasanya nanti dengan SKK Migas kami tetap bisa di-support,” beber dia.
Adapun untuk Jakarta, Rosa menerangkan bahwa penggunaan LPG sebenarnya terkonsentrasi di Ibu Kota tersebut. Namun pembangunan infrastrukturnya menjadi tantangan karena biaya reinstatement-nya tinggi.
Baca Juga
REI: Skema KPBU Dukung Pembangunan Jargas dan Topang Program 3 Juta Rumah
“Maka kalau kami dan Kementerian Dalam Negeri dengan kemudian Gubernur, Pemda, mendapatkan support utuh dalam proses pembangunan jargasnya, ini akan membuat biaya infrastruktur kami efisien. Dengan kondisi itu akan mendukung kami untuk bisa masif di kota Jakarta,” sebut Rosa.

