Bahlil Tetapkan Jargas Jadi Top 3 Program Prioritas di Subsektor Migas, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menetapkan program jaringan distribusi gas rumah tangga (Jargas) sebagai Top 3 program prioritas yang harus digenjot di subsektor minyak dan gas bumi (migas).
Hal itu disampaikan oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. Menurutnya, ini tak lepas dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang ingin mewujudkan ketahanan energi.
“Top 3 yang harus dikejar, yang pertama itu adalah lifting (migas), yang kedua adalah hilirisasi, di dalamnya ada bagaimana memproduksi LPG di dalam negeri, dan yang ketiga adalah jargas. Jadi ini merupakan top 3 dari arahan Bapak Menteri untuk segera dikejar dan dipercepat,” ungkap Laode dalam acara FGD bertema Gotong Royong Membangun Jargas, yang digelar Investortrust di Jakarta, Selasa (29/10/2024).
Baca Juga
PGN Kejar Target Bangun 2,5 Juta Sambungan Rumah untuk Jargas, 4 Kota Ini Jadi Prioritas
Laode menerangkan, jargas sendiri sejatinya bukan program baru di Kementerian ESDM. Sebab, program ini sudah coba dibangun sejak 14 tahun lalu. Namun, hingga tahun 2024 ini diperkirakan baru terpasang 850.000 sambungan rumah (SR). Padahal, dalam RPJMN 2020-2024 ditargetkan 2,5 juta SR.
“Kita sudah 14 tahun membangun jargas itu dengan anggaran APBN, kemudian juga sudah beberapa tahun ini mungkin 4-5 tahun terakhir juga PGN atau Badan Usaha juga sudah cukup mengupayakan, tapi pada hari ini kalau kita total sampai dengan akhir 2024 ini, diperkirakan itu baru sekitar 850.000 SR,” beber dia.
Disebutkan oleh Laode, jargas ini diharapkan dapat mengurangi impor LPG yang saat ini mencapai sekitar 6,4 juta ton per tahun. Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi LPG RI saat ini sekitar 1,9 juta ton per tahun, sedangkan konsumsi dalam negeri mencapai 8,3 juta ton dalam setahun.
“Nah ini kan tantangan karena (LPG) juga harus disubsidi. Oleh karena itu jargas ini diharapkan untuk bisa mengonversi sebagian, pokoknya kita upayakan secara masif jargas dikembangkan sehingga bisa menggantikan konsumen LPG yang ada sekarang. Cita-citanya itu kita bisa menurunkan impor kita yang sudah sangat membebani,” ujar Laode.
Baca Juga
Bermanfaat bagi Masyarakat dan Pemerintah, PGN: Jargas Harus Dikembangkan Secara Gotong Royong
Sementara itu, Pertamina Gas Negara (PGN) menargetkan dalam tiga tahun ke depan mereka harus memenuhi target ketersediaan infrastruktur jargas yang sebesar 2,5 juta SR. Mengingat saat ini baru ada sekitar 850.000 SR, maka masih kurang sekitar 1,6 juta SR.
“Nah ketika kita berbicara tiga tahun mendatang 1,6 juta SR itu adalah ketersediaan yang kami akan dorong,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT PGN Tbk, Rosa Permata Sari.

