Temu Berencana Masuk Indonesia Lewat Bukalapak (BUKA), Begini Kata Menkominfo
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi angkat bicara terkait dengan kabar rencana platform dagang el (e-commerece) asal China, Temu mengakuisisi platform lokapasar (marketplace) Bukalapak.
Budi Arie menegaskan Temu tidak diperbolehkan untuk beroperasi di Indonesia. Sebab, kehadiran platform tersebut akan mematikan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Dari pabrik langsung ke konsumen. Ini sangat berbahaya buat pelaku UMKM kita. Karena kita kan juga harus melindungi UMKM,” katanya ketika ditemui di Cawang, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2024).
Sebagai catatan, Temu adalah platform dagang el yang mengusung konsep penjualan langsung dari pabrik ke konsumen atau manufacturer to consumer (M2C). Konsep tersebut membuat harga barang-barang yang dijual di Temu menjadi jauh lebih murah.
Baca Juga
Platform Temu Dilarang Beroperasi di Indonesia, Menkominfo Ungkap Alasan Ini
Diluncurkan pada September 2022 oleh PDD Holdings, perusahaan induk Pinduoduo, Temu dengan cepat meraih popularitas di berbagai negara. Saat ini, Temu menghubungkan 25 pabrik di China langsung ke konsumen di 58 negara, termasuk di antaranya Amerika Serikat (AS).
Budi Arie menyebut sampai dengan saat ini pihaknya belum berencana untuk memanggil manajemen Bukalapak terkait informasi akuisisi oleh Temu. Namun yang jelas, sampai dengan saat ini belum ada pengajuan Penyelenggara Sistem Elektronik dari Temu ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
“Yang pasti dia (Temu) belum daftar PSE ke Kemenkominfo. Nanti untuk pertemuan (Bukalapak) dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga. Karena ini harmonisasi dengan Kemenkominfo, Kemendag, dan Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM),” ujarnya.
Budi Arie menambahkan, selain Temu, pemerintah juga ikut mengawasi gerak-gerik, platform dagang el asal China, Shein. Platform tersebut menawarkan beragam produk fesyen dari dari Negeri Tirai Bambu dengan harga miring.
Shein didirikan oleh Chris Xu di China pada tahun 2008. Platform tersebut ini melayani penjualan ke lebih dari 150 negara, termasuk AS yang menjadi pasar terbesarnya.
Baca Juga
Larangan Tiktokshop Dorong Lompatan Saham GOTO dan BUKA, Bakal Berlanjut?
“Bukan hanya Temu. Ada satu lagi platform yang namanya Shein. Itu untuk perempuan karena produknya fesyen dan kosmetik. Itu juga direct to consumer.” ujarnya.
Terkait dengan kabar akuisisi oleh Temu, manajemen Bukalapak memberikan klarifikasi melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (9/10/2024). PT Bukalapak.com (BUKA) menyatakan tidak mengetahui informasi terkait rencana akuisisi perusahaan oleh Temu.
“Perseroan akan melakukan keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku apabila perseroan menerima informasi yang telah diverifikasi kebenarannya atas rencana akuisisi tersebut," ujar Corporate Secretary Bukalapak Cut Fika Lutfi.

