Larangan Tiktokshop Dorong Lompatan Saham GOTO dan BUKA, Bakal Berlanjut?
JAKARTA, Investortrust.id – Keputusan Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki melarang TikTok menyatukan media sosial dengan e-commerceberimbas terhadap lompatan harga saham teknologi digital ini, Kamis (7/9/2023).
Baca Juga
Investor Asing Net Sell Rp 1,1 Triliun, Tiga Saham Bank Ini Dibuang
Penguatan tertinggi dicatatkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan penguatan sebanyak Rp 3 (3,30%) menjadi Rp 94. Bahkan, saham ini sempat mencapai level tertinggi Rp 99.
Penguatan serupa juga melanda saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencapai Rp 8 (3,39%) menjadi Rp 244. Saham BUKA bergerak dalam rentang Rp 234-252 sepanjang hari ini.
Sebaliknya saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli melemah Rp 2 (0,44%) menjadi Rp 452. Saham tersebut bergerak dalam rentang Rp 452-496.
Baca Juga
IHSG Parkir di Level 6.954, Terseret Turun 0,59% Karena Sentimen Ini
Penguan harga juga ikut merangsek ke saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan penguatan mencapai Rp 120 (5,53%) menjadi Rp 2.290. Saham bank digital ini lainnya PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) juga ikut melesat Rp 45 (2,90%) menjadi Rp 1.595.
Beberapa pengamat pasar menyebutkan bahwa penolakan TiktokShop di Indonesia akan berimbas positif terhadap ecommerce di Tanah Air, seperti GOTO, BUKA, dan BELI. Dengan pemisahan, TiktokShop tentu akan sulit menarik pasar, sehingga memperkuat posisi ketiga perusahaan ecommerce tersebut.

