Kabar Gembira buat Warga Bogor, Stasiun Pondok Rajeg Segera Beroperasi
JAKARTA, investortrust.id – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengungkapkan, pengoperasian Stasiun Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan dilakukan sesegera mungkin yakni pada September 2024 ini.
“Saya sudah ngobrol sama tim humasnya (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek), mudah-mudahan dalam waktu September ini (dioperasikan),” kata External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter, Leza Arlan saat ditemui di Stasiun BNI City, Jakarta, Senin (2/9/2024).
Ia menambahkan, seluruh fasilitas pendukung untuk beroperasinya Stasiun Pondok Rajeg telah terpenuhi 100% dan tinggal menunggu peresmian dari Kementerian Perhubungan.
Baca Juga
KAI Ungkap Alasan Kereta Double Decker Belum Bisa Beroperasi di Indonesia
“Jadi tinggal operasionalnya dari DJKA (Direktorat Jenderal Perkeretaapian) Kementerian Perhubungan. Jadi kan (Stasiun Pondok Rajeg) ini dibangun sama BPTJ, terus sudah dilimpahkan ke BTP (Balai Teknik Perkeretaapian) Jakarta. Nah ini sedang proses untuk aktivasi di stasiun ini,” tambah Leza.
Perlu diketahui, pengoperasian terakhir Stasiun Pondok Rajeg adalah sekitar 18 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2006, dan bila dioperasikan tahun ini maka akan menjadi stasiun ke-82 yang dioperasikan oleh KAI Commuter. Adapun lokasi stasiun ini nantinya berada di antara Stasiun Cibinong dan Stasiun Nambo, Kabupaten Bogor.
Meskipun dengan beroperasinya Stasiun Pondok Rajeg tersebut, KAI Commuter masih belum dapat memastikan penambahan jadwal perjalanan di KRL lintas Nambo.
“Soalnya kalau penambahan (perjalanan) di Cibinong itu kan masih single track. Jadi kalau untuk penambahan (perjalanan) masih belum,” terang Leza.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Stasiun Pondok Rajeg yang akan segera direaktivasi atau dioperasikan siap memenuhi kelengkapan Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Baca Juga
Segera Beroperasi, Stasiun Pondok Rajeg Siap Penuhi Standar Pelayanan Minimum
Menurut Direktur Prasarana adan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Zamrides, SPM di Stasiun Pondok Rajeg sudah hampir terpenuhi seluruhnya, namun memang masih ada sejumlah hal minor yang masih harus dipenuhi ataupun diperbaiki.
“Berdasarkan hasil pengecekan pada hari ini secara garis besar untuk pemenuhan SPM-nya sudah hampir terpenuhi terutama terkait fasilitas, serta sarana dan prasarana yang bersifat mayor atau utama. Untuk yang belum memenuhi seperti safety line di peron, saat ini sudah hampir selesai, kemudian fasilitas pendukung pada ruangan kesehatan, ruangan menyusui, toilet disabilitas yang belum lengkap, nantinya akan ditindaklanjuti oleh operator” kata Zamrides beberapa waktu lalu.
BPJT bersama tim gabungan telah memeriksa kelengkapan SPM di Stasiun Pondok Rajeg. Kegiatan tersebut sesuai amanat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum untuk Angkutan Orang dengan Kereta Api.
Tim gabungan yang melaksanakan pemeriksaan kelengkapan SPM Stasiun Pondok Rajeg terdiri atas Direktorat Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, dan PT Kereta Commuter Indonesia.
Sebagai catatan, SPM adalah ukuran minimum pelayanan yang harus dipenuhi oleh penyedia layanan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa, yang harus dilengkapi dengan tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji penyedia layanan kepada masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau dan terukur.
Berdasarkan peraturan tersebut, persyaratan stasiun yang dioperasikan harus memenuhi standar pelayanan minimum yang meliputi aspek keselamatan, keamanan, keandalan, kenyamanan, kemudahan, kesetaraan.
“Untuk fasilitas pelayanan yang masih kurang, akan segera ditindaklanjuti pemenuhan kekurangan fasilitas dimaksud. Sedangkan terhadap seluruh fasilitas kelengkapan pelayanan yang sudah ada wajib dipertahankan dan dipelihara guna peningkatan pelayanan kepada seluruh pengguna jasa angkutan kereta api,” jelas Zamrides.

