Revitalisasi Rampung, Stasiun Pondok Rajeg Resmi Beroperasi Kembali
DEPOK, investortrust.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah merampungkan revitalisasi Stasiun Pondok Rajeg yang menelan anggaran sebesar Rp 27,9 miliar.
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menyampaikan, kolaborasi revitalisasi dan reaktivasi stasiun ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mendorong konektivitas antarmoda di Indonesia termasuk daerah-daerah.
Baca Juga
Kemenhub Ungkap Stasiun KAI Commuter Pondok Rajeg Dioperasikan Oktober Ini
''Kementerian Perhubungan memang mendapat tugas dari Bapak Presiden Joko Widodo bahwa konektivitas antarmoda itu harus dikembangkan dengan baik. Nah, ini (reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg) kolaborasi Pemda dan Pemerintah Pusat menjadi penting dan tentunya berita gembira kepada masyarakat Depok yang bisa menggunakan (stasiun) Pondok Rajeg,'' kata Menhub Budi dalam peresmian reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/10/2024).
Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala BPTJ Kemenhub, Suharto memaparkan, revitalisasi stasiun ini dilaksanakan selama dua tahun dengan pagu anggaran tahun 2022 dan 2023.
''Proses pembangunan ini dilaksanakan selama dua tahun anggaran yaitu tahun 2022 dan 2023 dengan biaya Rp 27,9 miliar dan sudah kami serah terimakan kepada Ditjen Perkeretaapian,'' papar Suharto.
Baca Juga
Kabar Gembira buat Warga Bogor, Stasiun Pondok Rajeg Segera Beroperasi
Adapun setelah direvitalisasi, lanjut Suharto, stasiun ini memiliki panjang peron kurang lebih 240 meter dengan luas lahan 8.105 meter persegi (m2) dan luas bangunan 1.943 m2.
''Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg ini sebagai upaya untuk pendistribusian penumpang yang ada di Stasiun Cibinong dan Nambo, sekaligus membangkitkan perjalanan baru yang insya Allah akan sesuai target yaitu 5.000 penumpang per hari,'' tutup dia.

