Legislator Desak Polisi Buru Dalang Penyelundupan 2 Ton Narkoba yang Seret ABK Fandi
JAKARTA, investortrust.id -- Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Alhabsyi mendesak kepolisian memburu dalang atau aktor intelektual (intellectual dader) di balik penyelundupan 2 ton narkoba. Ia meminta agar kasus tersebut tidak berhenti pada penangkapan anak buah kapal (ABK) Sea Dragon asal Medan, Sumatra Utara, Fandi Ramadhan.
"Secara logika, Fandi Ramadhan yang hanya seorang ABK tentu bukan pemilik kapal Sea Dragon. Tidak mungkin pula dia memiliki kemampuan finansial untuk membeli atau mengendalikan 2 ton narkoba. Dengan menangkap dan memidanakan Fandi, bukan berarti perkara ini selesai," kata Aboe Bakar dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Baca Juga
Legislator Minta Hakim Adil dalam Kasus ABK Terduga Penyelundup 2 Ton Sabu
Ia menjelaskan, dalam proses pidana, menghukum ABK memang bisa saja dilakukan apabila terbukti bersalah. Namun, ia mengingatkan aparat tidak menjadikan mereka sebagai tumbal demi menutup perkara besar yang seharusnya diusut tuntas.
"Aparat harus mampu mengungkap dan menangkap aktor intelektual dari perkara ini," tegasnya.
Ia menilai penyelundupan narkoba dalam jumlah sangat besar seperti 2 ton jelas melibatkan jaringan terorganisasi, mulai dari pemodal, pengendali distribusi, hingga operator lapangan. Aboe Bakar menuntut seluruh jaringan yang terlibat, mulai dari pemodal, pengatur logistik, hingga operator dimintai pertanggungjawaban pidana.
"Ini bukan kejahatan kecil, ini kejahatan terstruktur dan masif yang merusak generasi bangsa," ujarnya.
Aboe menambahkan, pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan hanya dengan menangkap dan menghukum pion-pion lapangan. Penegakan hukum, menurutnya, harus menyentuh akar persoalan.
Baca Juga
Kejagung Respons Tuntutan Hukuman Mati ABK yang Diduga Selundupkan Narkoba 2 Ton
"Kalau kita hanya menangkap kurir dan ABK, jaringan akan terus tumbuh. Pemberantasan narkoba harus sampai ke akarnya, yakni aktor intelektual dan pemodal besar di baliknya. Tanpa itu, perang terhadap narkoba tidak akan pernah benar-benar dimenangkan," kata politikus PKS tersebut.
Aboe Bakar mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel dalam mengusut kasus ini agar kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan narkoba tetap terjaga. Ia menegaskan, Komisi III DPR akan memberikan perhatian serius terhadap penanganan perkara tersebut.
"Kita ingin memastikan bahwa hukum ditegakkan secara adil dan menyeluruh, bukan tebang pilih," tegasnya.

