Soal Kayu Gelondongan di Banjir Sumatra, Raja Juli Ungkap Bakal Ada Tersangka
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan asal-usul kayu gelondongan sudah dikantongi aparat penegak hukum. Kepolisian saat ini sedang menyelidiki lebih jauh mengenai kayu gelondongan tersebut.
Namun, Raja Juli belum membeberkan pihak yang terseret kasus ini karena masih dalam proses hukum.
“Saya tidak bisa buka ke publik. Sekali lagi ini kan ada Satgas PKH dan Kabareskrim. Kami sudah ada pertemuan dan sudah ada daftar nama-nama perusahaan yang sedang diproses. Makanya levelnya sudah sampai ke penyelidikan,” kata Raja Juli di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Baca Juga
Satgas PKH Selidiki Kayu Gelondongan di Banjir Sumatra, Legislator: Jangan Ada yang Dilindungi
Raja Juli mengungkapkan, Bareskrim Polri akan segera menetapkan tersangka kasus tersebut.
“Mungkin tadi kata Pak Kabareskrim, minggu ini atau awal minggu depan sudah ada nama tersangkanya,” jelasnya.
Terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyebut adanya keterlibatan pejabat dan aparat dalam kasus tersebut, Raja Juli menyatakan hal itu disampaikan secara umum.
Untuk detail kasus kayu gelondongan yang saat ini ditangani, ia meminta semua pihak menunggu proses penyelidikan yang sedang berjalan.
"Kalau soal ini tadi, kita tunggu saja,” ujarnya.
Raja Juli enggan berkomentar saat dikonfirmasi adanya perusahaan negara yang terlibat kasus ini. Raja Juli hanya menyebut kasus yang sedang ditangani menyangkut sektor perkebunan sawit dan pertambangan.
"Ada sawit, ada juga tambang. Tapi ini semua lagi berproses, jadi saya tidak bisa,” katanya.
Baca Juga
Menhut Raja Juli Cabut 22 Izin Usaha Hasil Hutan Seluas 1,01 Juta Hektare
Diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal (Dittipidter Bareskrim) Polri menyelidiki dugaan pembalakan liar (illegal logging) terkait temuan kayu gelondongan yang terseret banjir Sumatra.
"Sedang penyelidikan," kata Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, Selasa (2/12/2025)

