Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Mensesneg: Presiden Terus Monitor
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo Subianto terus memonitor perkembangan evakuasi korban ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
"Sudah sudah, beliau memonitor terus," kata Prasetyo usai perayaan HUT ke-80 TNI di Lapangan Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Prasetyo mengungkapkan, Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus terhadap tragedi tersebut. Presiden juga telah memerintahkan menteri dan gubernur untuk menanganinya.
Baca Juga
Kementerian PU Terjunkan Tim Investigasi untuk Selidiki Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
"Evaluasi ke depan, kepada semua pondok pesantren, kami harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan, infrastruktur pondok masing-masing," ujar dia.
Sementara itu, Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya telah menerima 45 kantong jenazah korban ambruknya Pondok Ponpes Al Khoziny hingga Minggu (5/10/2025) pukul 18.00 WIB.
“Sampai saat ini, data korban kantong jenazah yang dikirim ke RS Bhayangkara Surabaya totalnya sebanyak 45 kantong jenazah,” tutur Kabid Dokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol M Khusnan dalam jumpa pers di RS Bhayangkara Surabaya.
Dia menjelaskan, dari 45 kantong jenazah itu, sebanyak 10 korban telah teridentifikasi. Masing-masing lima orang teridentifikasi di Sidoarjo dan lima lainnya di RS Bhayangkara Surabaya.
Baca Juga
Legislator Desak Investigasi Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
“Dari 45 ini, yang lima diidentifikasi ketika di Sidoarjo, yang tiga kemarin sudah dikirim, berarti total delapan. Ditambah sekarang ada dua yang sudah teridentifikasi,” ucap dia, seperti dikutip Antara.
Khusnan menambahkan, dari total 45 kantong jenazah tersebut, empat di antaranya berisi potongan tubuh atau body part. Seluruhnya telah diambil sampel DNA untuk proses identifikasi.

