Ponpes Al Khoziny Ambruk, Wagub Emil Dardak Fokus Selamatkan Korban
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak menyatakan pemerintah daerah (pemda) masih memusatkan perhatian pada penanganan korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang terjadi pada Senin (29/9/2025).
“Sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga, perhatian dan energi kami fokus pada upaya penyelamatan dan identifikasi yang sedang berlangsung,” kata Emil di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025).
Menurut Emil, tim di lokasi kejadian tengah menangani gedung utama ponpes yang dilaporkan mengalami kemiringan pada bagian lantai beton. Material bangunan dievakuasi secara hati-hati dengan pengawasan petugas Basarnas.
Baca Juga
Kementerian PU Terjunkan Tim Investigasi untuk Selidiki Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
Hingga saat ini, sebanyak 49 korban telah dievakuasi. Emil menuturkan, jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring dengan proses pencarian yang masih berlangsung.
Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti rendahnya tingkat kepemilikan persetujuan bangunan gedung (PBG) -sebelumnya izin mendirikan bangunan (IMB)- di ponpes di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan AHY menindaklanjuti pernyataan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pada Minggu (5/10/2025) saat menginvestigasi tempat kejadian perkara (TKP) Ponpes Al Khoziny.
AHY menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) pembangunan gedung demi keselamatan masyarakat. “Jangan sampai kita abai. SOP itu ada karena memang sudah menjadi hasil riset dan terbukti,” kata AHY.
AHY menyampaikan duka atas insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan korban jiwa. Ia menyebut kejadian tersebut harus menjadi pelajaran penting agar pembangunan fasilitas publik lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi teknis.
Menurut AHY, sejak awal kejadian pemerintah berfokus pada proses penyelamatan korban. Namun, kondisi bangunan yang rusak berat membuat proses evakuasi berlangsung sulit.
Ihwal itu, AHY menegaskan pentingnya pengawasan terhadap bangunan publik seperti sekolah, rumah sakit, dan pondok pesantren agar memenuhi standar keamanan.
Baca Juga
“Ke depan, kami akan berusaha agar bangunan-bangunan infrastruktur, baik sekolah, pondok pesantren, rumah sakit, maupun fasilitas publik lainnya memiliki kekuatan dan aman,” tegas dia.
Secara terpisah, Menteri PU mengungkapkan, dari total 42.433 pondok pesantren di Indonesia berdasarkan data Kementerian Agama 2024/2025, hanya 50 pesantren yang memiliki PBG.
Dody menilai rendahnya kepemilikan izin tersebut menjadi tantangan besar dalam tata kelola bangunan publik. “Di seluruh Indonesia hanya 50 pondok pesantren yang memiliki izin mendirikan bangunan, yang lain belum,” kata Dody kepada wartawan di Jawa Timur, Minggu (5/10/2025).

