Korban Meninggal Tragedi Ponpes Al Khoziny Jadi 14 Orang, 9 Orang Masih Diidentifikasi
SIDOARJO, Investortrust.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total sebanyak 14 orang menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi ambruknya musala di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Hal itu diungkapkan Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu (4/10/2025).
Suharyanto mengatakan, dari 14 korban meninggal dunia, sebanyak sembilan jenazah masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI. Ia mengungkapkan petugas DIV membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengidentifikasi korban.
Baca Juga
Legislator Desak Investigasi Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
"Yang menjadi kesulitan, korban-korban ini masih anak-anak karena mereka belum mempunyai KTP, belum punya sidik jari sehingga salah satu caranya dengan DNA. Dan jenazah sudah masuk pada saat dilakukan alat berat masuk itu sudah tiga hari, sehingga kita semua tahu karena sudah tiga hari tentu saja tanda-tanda pengenalan secara visual itu sudah banyak berubah," kata Suharyanto.
Sementara itu sebanyak 49 orang masih dinyatakan hilang. BNPB berharap korban hilang tersebut akan segera ditemukan.
Baca Juga
Update Ambruknya Ponpes Al Khoziny, 9 Orang Meninggal dan 54 Orang Masih Proses Pencarian
Penggunaan alat berat juga akan segera dimasifkan untuk mempercepat proses evakuasi.
"Setelah ditemukan yang terakhir, ini kita fokus pada kebersihan secara masif, alat berat masuk ke titik yang runtuh. Sehingga mudah-mudahan per hari ini akan lebih banyak lagi yang ditemukan," ujarnya.

