Legislator Desak Investigasi Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
JAKARTA, Investortrust.id - Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq mengaku prihatin atas tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur yang menelan korban jiwa. Ia mendesak aparat penegak hukum bersama instansi terkait, mulai dari kepolisian hingga dinas PUPR setempat segera mengusut tuntas penyebab ambruknya bangunan tersebut.
"Siapa pun yang lalai, baik kontraktor, pengawas, maupun pihak lain yang bertanggung jawab, harus diperiksa dan diberi sanksi sesuai aturan hukum," kata Maman dalam keterangannya, Rabu (1/10/2025).
Sebanyak lebih dari seratus orang berhasil dievakuasi, sementara sekitar 38 orang diduga masih terjebak di reruntuhan bangunan. Menurutnya, runtuhnya bangunan saat pengecoran lantai empat menunjukkan adanya dugaan kelalaian dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek.
"Jika tiang fondasi tidak mampu menahan beban, artinya ada masalah serius pada tahap perancangan maupun pengawasan," ujarnya.
Politikus PKB itu berharap proses evakuasi bisa berlangsung cepat dan semua korban segera ditemukan. Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi, Majalengka itu mengungkapkan keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan lembaga pendidikan, terlebih pondok pesantren.
Menurutnya tidak boleh ada kompromi terhadap standar konstruksi dan pengawasan teknis. Nyawa para santri dan pekerja tidak bisa dipertaruhkan.
Maman juga mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga teknis lainnya melakukan audit menyeluruh terhadap kualitas bahan, metode pembangunan, dan standar keselamatan konstruksi. Selain itu, Maman mengingatkan seluruh pengelola pesantren di Indonesia untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan fisik bangunan.
“Jangan hanya fokus pada aspek akademik atau dakwah. Infrastruktur yang aman dan layak menjadi syarat mutlak bagi keberlangsungan pesantren,” ujarnya.

