Kementerian PU Terjunkan Tim Investigasi untuk Selidiki Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerjunkan tim investigasi dari Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk menyelidiki insiden ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Alat berat juga telah dikerahkan ke lokasi kejadian.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, tim sudah diterjunkan bersamaan dengan pelaksanaan evakuasi menggunakan alat berat.
“Sudah, pada saat sudah bisa dibuka, maksudnya alat berat sudah mulai turun, tim kami masuk. Jadi, pelan-pelan masuk,” kata Dody kepada wartawan di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2025).
Baca Juga
Tim SAR Temukan 11 Jenazah di Reruntuhan Al Khoziny, Korban Meninggal Jadi 25 Orang
Menurut Dody Hanggodo, penggunaan alat berat dalam evakuasi baru diizinkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), kemarin, setelah memastikan tidak ada korban yang masih hidup di reruntuhan.
Menteri PU menjelaskan, sebelum alat berat digunakan, tim SAR melakukan tes hening untuk memastikan tidak ada tanda-tanda korban yang masih hidup.
“Jadi, kemarin itu ada tes hening dulu, nih. Tes hening itu didengarkan, masih ada yang bersuara nggak, teriak-teriak segala macam. Begitu nggak ada, alat berat mulai kemarin siang sampai sore boleh masuk,” tandas Dody.
Komite Keselamatan Bangunan dari Ditjen Cipta Karya, menurut Dody, juga telah diterjunkan untuk mendalami penyebab ambruknya bangunan musala tersebut. Namun, fokus utama saat ini adalah proses evakuasi.
“Sampun (sudah), tapi ini masalah berduka. Jadi, kami juga nggak bisa terlalu gembar-gembor. Yang penting sekarang tanggap darurat dulu. Selesai dulu, mengeluarkan yang tersisa keluar dulu, baru kita bicara yang lainnya,” ujar dia.
Baca Juga
Legislator Desak Investigasi Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Terkait izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang menjadi perhatian publik pascakejadian, Dody Hanggodo menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan statusnya karena masih fokus pada penanganan darurat.
Mengenai kemungkinan keterlibatan Kementerian PU dalam pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny, Dody mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Agama (Kemenag) terlebih dahulu.
“Itu sebenarnya swasta. Nanti itu gampang. Yang penting tata kelolanya. Nanti kami bicara dengan Kemendagri dan Kementerian Agama,” tutur Dody.

