Kemenkomdigi Bantah Panggil TikTok dan Meta Gara-Gara Konten Demo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria membantah pemanggilan TikTok hingga Meta terkait pembatasan konten demonstrasi yang terjadi beberapa hari terakhir.
“Bukan soal konten demonstrasi. Jadi, enggak terkait dengan demo sebetulnya,” kata Nezar usai menghadiri agenda di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Nezar menjelaskan, pertemuan dengan sejumlah platform media sosial lebih membahas soal moderasi konten secara umum. Ia menekankan hal tersebut sudah berlangsung lama dan bukan sesuatu yang luar biasa.
“Ya sebenarnya sudah berjalan lama, jadi enggak terkait dengan demo-demo sih,” ujarnya.
Baca Juga
IHSG Sesi I Anjlok 2,27%, Analis Ungkap Pemicu Utama Demonstrasi
Menurutnya, pemerintah menekankan pada penanganan konten negatif yang marak beredar di dunia maya, seperti judi online dan konten yang bertentangan dengan undang-undang.
Selain itu, Nezar juga menyinggung komunikasi pemerintah dengan platform X (Twitter) yang belum memiliki kantor perwakilan di Indonesia. “Kita sudah bersurat ke X. Tinggal tunggu respons mereka,” ujarnya.
Baca Juga
Ia menegaskan, kehadiran kantor perwakilan platform digital bukan hanya kebijakan Indonesia, melainkan praktik umum di berbagai negara.
“Di Singapura, Korea Selatan, dan Malaysia juga begitu. Itu wajar karena Indonesia pasar besar dengan hampir 300 juta penduduk dan penetrasi internet 80%,” jelasnya.
Nezar menambahkan, seluruh perusahaan over the top (OTT) yang beroperasi di Indonesia wajib menaati regulasi yang berlaku. Jika tidak, perusahaan akan berhadapan dengan aturan hukum.
“Belum bicara soal pemblokiran. Tapi kita berharap mereka kooperatif mengikuti aturan yang ada,” tutupnya.

