2 Agenda Ekonomi Ditunda, Khawatir Demonstrasi Membesar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah membatalkan dua agenda ekonomi besar yaitu laporan APBN KiTa edisi Agustus 2025 dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Istana Negara yang akan digelar pada Jumat (29/8/2025).
Pembatalan ini untuk menyikapi kondisi demonstrasi yang berlanjut pascapenabrakan kendaraan taktis (rantis) Brimob terhadap pengemudi ojek online (ojol). Rencananya agenda pelaporan APBN KiTa edisi Agustus 2025 akan dijadwalkan ulang.
“Perubahan jadwal konferensi pers APBN KiTa dari yang semula dijadwalkan hari ini Jumat 29 Agustus 2025 pukul 09.30 WIB menjadi Rabu, 3 September 2025,” tulis keterangan resmi Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Kementerian Keuangan.
Sementara itu, agenda rakornas inflasi ditunda sampai waktu yang tak ditentukan. Dipantau dari lini media sosial, pasca insiden penabrakan Brimob terhadap pengemudi ojol, kericuhan terjadi Jumat pagi. Pusat kericuhan terjadi di Markas Brimob Kwitang, Jakarta Pusat. Massa menuntut para pelaku penabrakan ditangkap.
Baca Juga
Mako Brimob Kwitang Digeruduk Massa, Kostrad Minta Massa Tenang
Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Affan Kurniawan, pengendara ojek online (ojol) yang meninggal usai dilindas kendaraan taktis (rantis) pada Kamis (28/8/2025) malam.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Listyo usai mendatangi keluarga korban di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
"Saya mengucapkan bela sungkawa dan duka cita yang sangat mendalam kepada almarhum Affan dan juga tentunya seluruh keluarga tadi kami menyampaikan bela sungkawa dan juga minta maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi," kata Listyo di RSCM, Jakarta, Jumat (29/8/2025) dini hari.
Listyo mengatakan, pihak kepolisian juga telah menemui pengurus lingkungan untuk mengurus pemakaman Affan.
"Dan tentunya kami tadi juga bertemu dengan lingkungan ada RT, ada pengurus masjid, ada RW dan kami berkomunikasi untuk mempersiapkan pemakaman dan juga tentunya hal-hal lain yang diminta oleh keluarga almarhum," ungkapnya.

