IHSG Sesi I Anjlok 2,27%, Analis Ungkap Pemicu Utama Demonstrasi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melemah sejak pembukaan perdagangan pada Jumat (29/8/2025) pagi di level 7.899,89. Penurunan telah mencapai 180,81 poin (2,27%) menjadi 7.771,28 hingga penutupan sesi I.
“IHSG hari ini dibuka melemah, karena berkaitan erat dengan adanya aksi demonstrasi belakangan ini terutama pada hari ini,” ujar Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta kepada Investortrust.id di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Dia menegaskan bahwa kondisi politik dan keamanan domestik berpengaruh besar terhadap pelemahan IHSG pagi ini. Namun secara historis, rangkuman data Mirae Asset Sekuritas memang menunjukkan bahwa kinerja IHSG secara umum pada bulan Agustus dan September cenderung turun.
“Kinerja IHSG pada September selama lima tahun terakhir rata-rata tergolong bearish. Namun Oktober hingga Desember bisa tergolong bullish,” sambung Nafan.
Jika IHSG konsisten diperdagangkan di bawah Rp 7.750, Nafan menyebut, potensi bearish consolidation phase terbuka lebar. Menurut analisis teknikalnya, IHSG berpotensi bergerak pada kisaran support 7.895-7.800 dengan resistance diperkirakan 8.017-8.151 sepanjang hari ini.
Baca Juga
Pelemahan ini berbanding terbalik dengan performa IHSG BEI kemarin yang ditutup naik 15,91 poin (0,20%) menjadi 7.952, bahkan intraday sempat sentuh level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.022.
Sejumlah saham berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham GZCO naik 34,53% menjadi Rp 187, ATLA melesat 34% menjadi Rp 67, BSBK menguat 33,80% menjadi Rp 95. Meski tak ARA, saham CPRO melesat 28,30% menjadi Rp 68 dan ADCP melesat 26% menjadi Rp 63.
Baca Juga
KontraS: Segala Bentuk Kekerasan Adalah Pelanggaran Serius Terhadap HAM
Lompatan hingga ARA juga melanda saham KONI melesat 25% menjadi Rp 1.950, TEBE naik 25% menjadi Rp 1.750, OBMD naik 25% menjadi Rp 312, PSAB naik 25% menjadi Rp 550, KMTR naik 25% menjadi Rp 360, VOKS melesat 24,75% menjadi Rp 252, PGUN naik 24,75% menjadi Rp 2.470, JARR naik 24,72% menjadi Rp 1.665, dan KETR naik 24,39% menjadi Rp 510.
Kemarin, aksi demo di Jakarta mengalami kerusuhan, hingga menewaskan seorang pengendara ojek daring saat dilakukan proses pembubaran aksi oleh aparat keamanan. Akibatnya, sejumlah pihak merencanakan aksi demo lanjutan hari ini, termasuk para pengendara ojek daring yang berencana menggelar demo di Polda Metro Jaya.

