Pramono Pastikan Harga dan Stok Pangan di Jakarta Terkendali
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan harga bahan pangan relatif stabil dan terkendali dengan stok terpenuhi di momen Ramadan hingga Idulfitri 1446 Hijriah. Hal itu disampaikan Pramono Anung saat meninjau Pasar Kramatjati, Jakarta Timur (Jaktim), Senin (10/3/2/2025).
"Tadi saya sudah keliling (di Pasar Induk Kramatjati), sudah mengecek beberapa harga. Alhamdulillah kalau dilihat dari stok relatif tersedia," kata Pramono.
Baca Juga
Satgas Pangan Polri Usut Temuan Minyakita Dijual Tak Sesuai Takaran
Pramono mengakui, kekurangan stok pangan sempat terjadi pada 3-4 Maret lalu yang mengakibatkan harga sedikit naik. Namun, sekarang ini secara keseluruhan harga bahan pangan sudah stabil. Bahkan, kata Pramono, beberapa harga bahan pokok mengalami penurunan. Meski demikian, ada juga harga yang naik, seperti cabai rawit merah.
"Cabai rawit hijaunya malah turun, yang lain-lain sayur-mayur seperti kentang, tomat, buncis dan sebagainya harganya relatif stabil," kata Pramono.
Tak hanya Pasar Kramatjati, Pemprov DKI Jakarta juga memperhatikan stok dan harga pangan di tempat lain. Pramono menjelaskan, setiap hari sebanyak 10 truk juga dikerahkan untuk mengantarkan pangan subsidi di daerah-daerah atau di tempat-tempat yang mengalami kekurangan stok.
“Maka dengan demikian, saya meyakini bahwa ketersediaan bahan-bahan yang dibutuhkan masyarakat untuk menyambut puasa dan Idulfitri ini lebih dari cukup," katanya.
Selain itu, katanya, harga pangan termonitor dengan baik, hanya memang pasti akan ada fluktuasi.
Baca Juga
Menko Pangan Pastikan Harga Ayam Tidak Melambung pada Ramadan dan Idulfitri
"Karena sangat bergantung dari curah hujan dan sebagainya, terutama yang menyangkut cabai merah, cabai hijau," kata Pramono.
Sedangkan untuk harga daging, Pramono mengatakan terjadi kenaikan harga untuk daging segar, sementara harga daging beku (frozen) masih stabil. Pramono mengatakan Pemprov DKI juga sudah melakukan rapat dengan tim pengendalian inflasi daerah (TPID) untuk mengendalikan inflasi.

