Bulog Gelar Sidak Pastikan Stok Beras Aman dan Terkendali
Berikut artikel baru sesuai dengan permintaan Anda:
Artikel Rewritten
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Perum Bulog bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah ritel modern di Jakarta untuk memastikan ketersediaan beras, baik untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun beras premium. Hasil sidak menunjukkan pasokan dalam kondisi aman tanpa adanya kelangkaan.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa penyaluran beras SPHP berjalan lancar dengan stok yang selalu terjaga. Sidak dilakukan di beberapa jaringan ritel seperti Alfamart, Indomaret, dan Grand Lucky di kawasan Radio Dalam, Jakarta. “Jadi kami dari pemerintah sudah semaksimal mungkin untuk menyalurkan beras-beras, baik SPHP maupun beras premium ke ritel-ritel yang ada di Jakarta dan sekitarnya, maupun di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali, NTT, termasuk juga yang ada di Maluku maupun yang ada di Papua,” ujarnya dikutip Antara.
Beras SPHP saat ini dijual sesuai ketentuan, yakni Rp62.500 per 5 kilogram. Sementara untuk beras premium, seperti Punokawan, Befood Setra Ramos, serta SLVP Super, dipasarkan dengan harga Rp74.500 per 5 kilogram, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Selain itu, beras produksi swasta seperti Topi Hoki, Anak Raja, dan Hok-1 juga terpantau tersedia di ritel-ritel modern.
Menurut Rizal, ketersediaan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah berkomitmen penuh menjaga distribusi beras agar isu kelangkaan bisa terjawab. “Ini menunjukkan bahwa pemerintah mendorong sepenuhnya untuk penyaluran beras ke seluruh ritel-ritel modern, maupun nanti ke pasar-pasar. Supaya isu terkait dengan kelangkaan beras bisa dijawab dengan apa yang ada sekarang saat ini,” katanya.
Baca Juga
Penyaluran Beras SPHP Masih Seret, Dirut Bulog: Kita Kerja Nonstop dari Senin Ketemu Senin
Bulog mencatat penyaluran beras SPHP hingga kini telah mencapai 400 ribu ton, baik untuk pasar tradisional maupun ritel modern. Selain itu, inspeksi juga dilakukan ke gudang dan pasar untuk memastikan masyarakat dapat membeli beras sesuai kebutuhan.
Bulog menjamin ketersediaan beras SPHP tetap sesuai standar dengan menjaga kualitas dan daya saingnya di pasar. Sistem rotasi stok dijalankan melalui metode first in, first out (Fifo) dan first expired, first out (Fefo) agar kualitas beras tetap terjaga.
“Mudah-mudahan ini berkelanjutan dan ditambah lagi kemarin sudah ada kepastian dari Bapak Menko Pangan (Zulkifli Hasan) yang ada direncanakan ke depan adalah bantuan pangan untuk empat bulan ke depan, sehingga nanti target yang 1,3 juta ton (penyaluran beras SPHP) tersebut bisa terpenuhi,” kata Rizal.
Hingga awal September 2025, Bulog mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang mencapai sekitar 3,9 juta ton. Stok tersebut menjadi jaminan bahwa pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat berada dalam kondisi aman dan terkendali.

