Kemenkomdigi Kaji Risiko DeepSeek Menyusul Pemblokiran oleh Sejumlah Negara
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia memberikan respons perihal adanya pemblokiran terhadap kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) asal China, DeepSeek di sejumlah negara. Plt Kepala Pusat Kebijakan Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Oki Suryowahono menyebut pemerintah tengah mengakaji potensi ancaman dari persebaran penggunaan DeepSeek di Indonesia.
Menurut Oki Suryowahono, pemerintah tengah mempelajari apakah DeepSeek yang merupakan AI asal China benar memiliki ancaman seperti yang dikhawatirkan oleh sejumlah negara. Ia mengakui pemerintah akan berhati-hati dalam mengkaji pemanfaatan DeepSeek di Indonesia.
"Apakah (DeepSeek) memang benar menjadi suatu ancaman atau mungkin sebenarnya kita tidak tahu ada masalah apa antara DeepSeek ini dengan Kementerian Komunikasi dan Digitalnya (negara lain), yang pasti kita harus hati-hati," katanya ditemui usai menghadiri diskusi publik bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Mayapada Tower, Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Lebih jauh ia menyebut pemerintah tidak ingin gegabah untuk ikut-ikutan memblokir DeepSeek. Ia meyakini DeepSeek telah memberikan manfaat dan membantu penggunanya dalam melakukan aktivitas keseharian.
"Kami sebagai kementerian memang akan mencoba lebih hati-hati, mencoba belajar lagi apa yang harus kami lakukan," tutupnya.
Sebelumnya pemerintah China telah mempertanyakan alasan sejumlah negara membatasi akses ke DeepSeek, model kecerdasan buatan (AI) buatan perusahaan rintisan China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan bahwa pemerintahnya menentang dalih keamanan nasional untuk melarang penggunaan DeepSeek serta politisasi di bidang perdagangan dan teknologi.
"Kami akan tegas melindungi hak dan kepentingan hukum perusahaan China," kata dia dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (6/2/2025) dikutip dari Antara.
Diketahui kemunculan DeepSeek mengguncang dunia teknologi, terutama di AS, yang selama ini menjadi kiblat pengembangan AI. Kemampuan V3, model AI yang dibuat DeepSeek dengan biaya jauh lebih rendah, disebut-sebut mengungguli model buatan OpenAI dan Meta.
Sebagai informasi sejumlah negara yang telah memblokir penggunaan DeepSeek adalah antara lain Amerika Serikat, Italia, Korea Selatan, Taiwan hingga Australia.

