Panas! China Kecam Australia atas Larangan Aplikasi AI DeepSeek
BEIJING, investortrust.id - Pemerintah China mengecam keputusan Australia yang melarang penggunaan aplikasi chatbot kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) DeepSeek pada perangkat pemerintah. Larangan tersebut diberlakukan setelah aplikasi asal Negeri Tirai Bambu itu dinilai berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional.
Dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri China pada Kamis (6/2/2025), Beijing menilai langkah Australia sebagai bentuk politisasi isu ekonomi, perdagangan, dan teknologi yang mereka tolak.
China juga membantah keras tuduhan bahwa aplikasi tersebut digunakan untuk mengumpulkan data pengguna secara ilegal. "Pemerintah China tidak pernah dan tidak akan pernah meminta perusahaan atau individu untuk mengumpulkan atau menyimpan data secara ilegal," tegas pernyataan tersebut, dikutip dari ABC, Jumat (7/2/2025).
Baca Juga
Berdasarkan kebijakan yang diumumkan Selasa (3/2/2025), seluruh instansi Pemerintah Australia diwajibkan menghapus produk DeepSeek dari perangkat secepat mungkin. Selain itu, akses ke layanan DeepSeek harus diblokir dan setiap instansi diwajibkan melaporkan kepatuhan kepada pemerintah. Namun, karyawan tetap diperbolehkan menggunakan DeepSeek di perangkat pribadi mereka.
Keputusan ini dibuat berdasarkan rekomendasi dari Badan Keamanan dan Intelijen Australia yang menyimpulkan bahwa DeepSeek menimbulkan risiko terhadap teknologi pemerintah.
Diikuti Korea Selatan
Tidak hanya Australia, Korea Selatan juga mengumumkan larangan sementara terhadap penggunaan DeepSeek karena alasan keamanan. Kementerian Perindustrian Korea Selatan mengeluarkan peringatan pada Selasa lalu agar kementerian dan lembaga pemerintah berhati-hati dalam menggunakan layanan AI, seperti DeepSeek dalam pekerjaan mereka. Namun, hal itu juga berlaku pada ChatGPT asal AS.
Larangan ini menjadikan Korea Selatan sebagai negara terbaru yang memperingatkan bahaya DeepSeek, setelah Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers bulan lalu mengimbau warganya agar berhati-hati menggunakan model AI asal China tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga tengah meninjau potensi ancaman keamanan nasional yang ditimbulkan DeepSeek. Selain itu, otoritas perlindungan data Korea Selatan berencana meminta penjelasan kepada DeepSeek mengenai pengelolaan data pribadi pengguna.
Baca Juga
Apple Minat Gandeng DeepSeek untuk Dongkrak Penjualan di China
Peluncuran model AI terbaru DeepSeek bulan lalu mengguncang industri teknologi. Perusahaan ini mengeklaim bahwa model AI mereka mampu bersaing dengan produk buatan AS, tetapi dengan biaya produksi jauh lebih rendah.
Namun, kekhawatiran terhadap keamanan data membuat berbagai perusahaan teknologi besar Korea Selatan lebih berhati-hati menggunakan layanan AI generatif. Perusahaan teknologi Kakao Corp telah meminta karyawannya untuk tidak menggunakan DeepSeek, meski mereka baru saja menjalin kemitraan dengan OpenAI.
Dengan semakin banyaknya negara dan perusahaan yang memberlakukan pembatasan, posisi DeepSeek di pasar global menghadapi tantangan besar. Keamanan data dan perlindungan privasi kini menjadi isu utama yang harus ditangani oleh perusahaan AI, terutama yang berbasis di China. (C-13)

