Airlangga Pastikan Pagar Laut yang Viral di Perairan Tangerang Bukan untuk Giant Sea Wall
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan, pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang bukan bagian proyek giant sea wall (tanggul laut raksasa) yang digagas pemerintah.
“Bukan. Beda,” kata Airlangga, seusai menghadiri Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Jakarta, Kamis (17/1/2025).
Airlangga mengatakan, proyek tanggul laut raksasa sedang dalam proses kajian akademis. Namun, secara konsep, pemerintah akan melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto. Rencananya, program tanggul laut raksasa akan didanai menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (public private partnership/PPP).
Baca Juga
Kementerian PU: Pagar Misterius di Tangerang Tak Ganggu Pembangunan Tanggul Laut Raksasa
Airlangga menegaskan pendanaan tanggul laut raksasa itu akan disosialisasikan ke sejumlah investor. “Baik di dalam maupun luar negeri,” ujar dia.
Berdasarkan kajian Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, biaya pembangunan tanggul di pesisir utara Jakarta saja akan memakan dana Rp 164 triliun. Namun, angka itu tidak bisa menjadi patokan sebab tergantung kondisi lahan dan kedalaman tanggul.
Dalam seminar nasional “Strategi Perlindungan Kawasan Pulau Jawa Melalui Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut (Giant Sea Wall)” di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (10/1/2024), pemerintah juga memastikan kajian pembangunan tanggul laut raksasa yang akan membentang dari pesisir utara Jakarta hingga Jawa Tengah.
Kajian ini diperlukan mengingat ada beberapa kondisi berbeda. Contohnya, pesisir utara Jakarta tidak bisa disamakan dengan Serang dan Bekasi sehingga konstruksi pembangunan tanggul laut raksasa akan berbeda di setiap lokasi.
Baca Juga
Begini Pandangan Tiga Paslon Gubernur Jakarta terkait Pembangunan Tanggul Laut
Meski belum melakukan kajian, Prabowo yang kala itu menjabat menteri pertahanan menyinggung soal pembiayaan tanggul laut raksasa. Berkaca pada biaya pembiayaan fase pertama di Jakarta, tanggul laut akan membutuhkan US$ 50-60 miliar. “Saya dengar itu (proyek) akan membutuhkan US$ 50-60 miliar. Ini bukan masalah bisa atau tidak bisa, kalau tidak pantai utara akan tenggelam,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, pembangunan tanggul laut raksasa ini tidak mungkin diselesaikan dalam waktu cepat. Dia mengusulkan, pembangunan pemukiman murah di kawasan terendam banjir.
“Jadi dua pola, satu rumah di atas panggung yang merupakan kearifan nenek moyang kita. Berarti kalau 20 tahun, 500 centimeter. Berarti panggung ini harus bisa di atas genangan setinggi itu,” ujar Prabowo.

