Prabowo Minta Napi Kasus Narkoba Dilibatkan dalam Program Swasembada Pangan dan Komcad
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto meminta narapidana (napi) kasus narkoba yang masih berusia produktif untuk dilibatkan dalam program swasembada pangan. Para napi ini akan dilatih di luar program rehabilitasi.
"Sekali lagi, ini dilakukan adalah Presiden menyarankan tadi supaya bagi mereka yang masih berusia produktif, itu sedapat mungkin bisa diikutkan dalam kegiatan yang terkait dengan swasembada pangan. Harus dilatih, di luar rehabilitasi," kata Supratman di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/12/2024).
Baca Juga
Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana, Bahas Pemindahan Napi Asing dan Amnesti
Selain itu, napi yang akan bebas dan masih berusia produktif juga akan dilibatkan dalam Komponen Cadangan (Komcad) TNI. Komcad merupakan sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi untuk memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama, yakni TNI.
"Yang kedua, kalau nanti dianggap sudah bisa bebas, Presiden menyarankan untuk bisa ikut dalam komponen cadangan. Bagi yang umur produktif ya, dan masih kuat," katanya.
Supratman mengatakan, kasus narkoba, terutama pengguna atau penyalah guna mendominasi narapidana yang diusulkan mendapat amnesti dari Prabowo. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penempatan Penyalahgunaan, Korban Penyalahgunaan, dan Pecandu Narkotika ke Dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial. Dalam SEMA itu, korban penyalahgunaan narkotika dengan barang bukti kurang dari 1 gram ditempatkan di lembaga rehabilitasi.
"Sama sekali kita tidak akan memberi amnesti kepada mereka yang berstatusnya pengedar, apalagi bandar. Itu tidak akan ada amnesti buat itu. Yang pengguna, yang sementara diverifikasi itu adalah sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung, yang 1 gram ke bawah. Kalau nanti ada perubahan Surat Edaran Mahkamah Agung (jadi) 1 gram maksimal 5 gram itu mungkin jumlahnya akan lebih banyak lagi," katanya.
Baca Juga
Secara total, Supratman memperkirakan terdapat sekitar 44.000 napi yang diusulkan mendapat amnesti. Selain napi kasus narkoba, puluhan ribu napi yang diusulkan mendapat amnesti di antaranya napi yang sakit berkepanjangan, seperti gangguan jiwa dan HIV/AIDS, serta napi kasus penghinaan dan terkait kebebasan berekspresi menyangkut persoalan di Papua.
"Data dari Kementerian Imipas (Imigrasi dan Pemasyarakatan) yang memungkinkan untuk diusulkan amnesti kurang lebih 44.000 sekian orang," katanya.

