Maruarar Beri Hadiah Rp 8 Miliar bagi yang Tangkap Buron Harun Masiku
JAKARTA, investortrust.id - Politikus Partai Gerindra, Maruarar Sirait menekankan, barangsiapa yang memiliki informasi atau yang bisa menangkap eks Anggota PDIP Harun Masiku akan diberikan Rp 8 miliar.
''Karena sudah lama nggak ada perkembangannya, saya mengambil inisiatif sebagai pribadi boleh dong, untuk memberikan semangat kepada masyarakat. Dan saya dapat respons positif. Tentu wartawan juga bisa cari bantuan, bisa dapat Rp 8 miliar loh, kalau bisa nangkap (Harun Masiku),'' tegas Ara, sapaan akrab Maruarar, yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (27/11/2024).
Ara juga menekankan, tidak ada seorang pun yang boleh kebal hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Harun Masiku diduga terkait kasus dugaan suap kepada mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.
''Kita pengin negara ini tidak kalah dengan koruptor -- Orang tanah koruptor saja kita jadikan (lahan) rumah buat rakyat -- Jadi nggak boleh ada orang yang kebal hukum di negara ini,'' lugasnya.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata berharap penyidik dapat menangkap mantan caleg PDIP Harun Masiku dalam sepekan ini. Diketahui Harun sudah buron sejak awal 2020 lalu.
"Mudah-mudahan saja dalam satu minggu ketangkep. Mudah-mudahan," kata Alex, sapaan Alexander Marwata seusai rapat kerja dengan Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024) lalu.
Alex, sapaan Alexander Marwata mengungkapkan, tim penyidik sudah mendeteksi keberadaan Harun Masiku.
Alex mengungkapkan hal ini merespons langkah penyidik memeriksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Senin (10/6/2024) kemarin. Ditekankan, pemeriksaan terhadap Hasto tidak ada kaitannya dengan politik. Alex juga menyatakan tidak ada pihak yang mengintervensi pimpinan KPK terkait pemeriksaan Hasto.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap Hasto merupakan hal yang wajar dalam proses penyidikan. Pemeriksaan ini dilakukan penyidik karena mendapat informasi baru mengenai lokasi Harun Masiku.
"Ini normatif saja. Kebetulan mungkin kalau yang bersangkutan posisinya sedang tidak ketahuan, ada informasi, misalnya, sudah terkecoh di Jakarta, kan begitu kan, sehingga apa? Muncul kan pemeriksaan saksi-saksi lagi," katanya.
Diketahui, Hasto diperiksa penyidik KPK terkait kasus suap yang menjerat Harun Masiku, Senin (10/6/2024). Pemeriksaan terhadap Hasto ini untuk mengonfirmasi informasi baru mengenai dugaan keberadaan Harun Masiku. KPK diketahui belakangan ini kembali melacak keberadaan Harun Masiku dengan memeriksa sejumlah saksi.
Sebelumnya, KPK telah memeriksa seorang pelajar atau mahasiswa bernama Melita De Grave, Jumat (31/5/2024). Dalam pemeriksaan tersebut, KPK mencecar Melita mengenai pihak yang diduga mengamankan keberadaan Harun Masiku. Melita diduga memiliki informasi yang dibutuhkan KPK terkait keberadaan Harun.
Tak hanya Melita, KPK juga telah memeriksa seorang pengacara bernama Simeon Petrus dan seorang pelajar lainnya bernama Hugo Ganda. Keduanya dinilai memiliki informasi penting yang dibutuhkan tim penyidik KPK dalam menelusuri keberadaan Harun Masiku.
Tak hanya soal keberadaan, KPK mengendus adanya upaya menghalangi pencarian Harun Masiku yang buron sejak awal 2020 lalu.
Baca Juga
KPK Klaim Kantongi Petunjuk Baru Terkait Perburuan Harun Masiku

