AS dan Inggris Rasakan Dampak Judi Online, Pemerintahan Prabowo Siap Berantas
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengeklaim pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menarih perhatian pada pemberantasan perjudian daring atau judi online.
Menurut Budi Arie, pemerintahan Prabowo-Gibran menaruh perhatian pada pemberantasan judi online lantaran dampak negatifnya terhadap perekonomian nasional. Dampak negatif dari judi online sudah dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk di antaranya adalah Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Di AS, judi online diketahui mengakibatkan peningkatan kebangkrutan usaha di beberapa negara bagian, bahkan hingga 30%. Peningkatan yang signifikan itu terjadi hanya dalam kurun waktu kurang dari lima tahun.
Baca Juga
Tegas! OJK Minta Bank Blokir 8.000 Rekening Terkait Judi Online
“Jumlah kebangkrutan usaha di beberapa negara bagian di Amerika Serikat meningkat hingga 30% setelah 3–4 tahun sejak dilegalkannya aktivitas judi online,” katanya dalam acara Sarasehan Bersama Menkominfo Budi Arie Setiadi di Menara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kamis (3/10/2024).
Kemudian di Inggris, Budi Arie menyebut judi online telah menyebabkan hilangnya potensi sektor ekonomi formal di Inggris. Aktivitas tersebut telah mengakibatkan kerugian terhadap efektivitas ekonomi di Inggris sebesar US$1,7 miliar.
“Pada periode 2016–2022, para pelaku judi online di Inggris telah menghabiskan rata-rata US$5,6 miliar per tahunnya untuk judi online,” tuturnya.
Lebih lanjut, Budi Arie menyebut bisnis judi online secara global juga terus berkembang. Pertumbuhan pasar judi online global diproyeksikan mencapai US$205 miliar pada 2030 seiring dengan peningkatan jumlah pemain yang diprediksi akan mencapai 290 juta jiwa pada 2029.
Menurut data Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan atau United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Asia Pasifik menjadi wilayah dengan pertumbuhan pasar judi online dari 2022–2026, mencapai 37%. Sementara itu, sejumlah negara di Asia Tenggara menjadi pusat operasi judi online, antara lain ilegal, yaitu Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Laos.
“Judi online ini bagian dari perhatian beliau (Prabowo). Dan ini daya rusaknya luar biasa judi online,” ujarnya.
Baca Juga
Stop Sebelum Terlambat! Berikut 10 Tips Jitu Hentikan Kecanduan Judi Online
Kemudian Budi juga memaparkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebut akumulasi perputaran transaksi judi online di Indonesia mencapai Rp600 triliun pada kuartal I-2024. Adapun, jumlah penduduk Indonesia yang terlibat atau bermain judi online sudah mencapai lebih dari 4 juta orang.
Jumlah tersebut didominasi oleh kelompok usia 30–50 tahun dengan persentase mencaopai 40%. Diikuti oleh kelompok usia di atas 50 tahun dengan persentase sebesar 34%, kelompok usia 21–30 tahun sebanyak 13%, kelompok usia 10–20 tahun 11%, dan dari kelompok usia di bawah 10 tahun 2%.
Berkaca dari data di atas, Budi Arie meminta masyarakat Indonesia untuk tidak bermain judi online. Alih-alih bermain judi online, dia menyarankan masyarakay untuk berbisnis secara daring.
“Karena itu jangan judi online, lebih baik jualan online. Itu motivasi ke UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Daripada judi online, mendingan jualan online buat UMKM,” tegasnya.

