Prabowo Tegaskan Tak Main-Main Berantas Judi Online, Narkoba, Penyelundupan, dan Korupsi
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tak main-main memberantas empat tindak kejahatan. Keempat tindak pidana itu, yakni judi online (judol), narkoba, penyelundupan, dan korupsi.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (6/11/2024).
"Presiden menekankan ada empat persoalan penting yang tidak boleh main-main untuk mengatasinya. Yang pertama adalah persoalan judi online, kedua adalah persoalan narkoba, ketiga persoalan penyelundupan, dan keempat soal korupsi," kata Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi.
Baca Juga
Bertemu PM Singapura, Prabowo Serukan Hentikan Kekerasan di Palestina dan Lebanon
Sebelum bertolak untuk lawatan luar negeri selama sekitar dua pekan, Presiden Prabowo memimpin sidang kabinet dengan para menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas sejumlah isu. Salah satunya penegakan hukum terhadap empat tindak kejahatan itu. Prabowo meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk tidak ragu menindak tegas judol, narkoba, penyelundupan, dan korupsi.
"Presiden meminta untuk keempat persoalan tadi, penegak hukum tidak boleh ragu untuk menegakkan hukum. Jadi, Jaksa Agung, kepolisian yang diminta oleh Bapak Presiden untuk jangan ragu, untuk menindak tegas soal empat hal tadi," kata Hasan.
Presiden Prabowo Subianto akan bertolak untuk lawatan ke luar negeri pada Jumat (8/11/2024).
Presiden akan melakukan tiga kunjungan kehormatan, yakni ke China, Amerika Serikat (AS), dan Inggris serta menghadiri dua konferensi tingkat tinggi (KTT), yakni KTT APEC di Peru dan KTT G20 di Brasil.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Lawatan ke Luar Negeri Strategis dan Krusial bagi Ekonomi RI
Prabowo mengaku ingin fokus menangani berbagai urusan di dalam negeri. Namun, Prabowo mengatakan bahwa kunjungan luar negeri ini sangat strategis dan positif bagi ekonomi Indonesia.
"Banyak dampaknya untuk mengembangkan potensi-potensi kerja sama dan ekonomi Indonesia. Maka, beliau menjalankan perjalanan ke luar negeri," kata Hasan.

