Prabowo-Gibran Akan Hapus Tempat Kumuh, Bangun Perumahan di Atas Pasar dan Stasiun
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto Hashim S. Djojohadikusumo menjelaskan keinginan Prabowo Subianto untuk memberantas dan menghapus semua tempat kumuh di seluruh kota di Indonesia.
“Pak Prabowo sudah katakan, dia bertekad untuk memberantas, dia akan menghapus semua tempat kumuh di kota-kota Indonesia termasuk Jakarta,” kata Hashim saat diskusi dengan pebisnis di area Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
Hashim mengatakan gagasan ini telah mendapat jalan keluar. Dia mengatakan telah bertemu Ridwan Kamil untuk membangun perumahan sosial di Pasar Jaya. Ridwan Kamil merupakan sosok calon gubernur Daerah Khusus Jakarta yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Baca Juga
Ditanya Soal Kelanjutan IKN, Hashim Djojohadikusumo: Saya Penghuni Lama
“Beliau sudah sepakat, sudah handshake sama saya. 153 Pasar Jaya, tempat Pasar Jaya akan nanti kita bangun perumahan sosial, kita angkat 152,” kata dia.
Selain itu, kata Hashim, Prabowo-Gibran juga akan mendirikan perumahan di stasiun kereta api di seluruh Indonesia. Dia mengatakan program bernama Transit Oriented Development (TOD) ini sudah diterapkan beberapa stasiun kereta api di Jabodetabek.
“Di setiap stasiun kereta api di Indonesia, ini bukan hanya Jakarta. Sekarang saat ini, saya dapat laporan dari Pak Erick (Thohir), sudah ada empat,” kata dia.
Dua di antara TOD yang sudah dikembangkan berada di Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Pondok Cina Depok dan Stasiun Pondok Ranji Bintaro. Hashim melihat beberapa stasiun berpotensi untuk dikembangkan menjadi TOD.
Baca Juga
Hashim: Revenue Ratio Flat di 12,7%? Tidak di Pemerintahan Prabowo-Gibran
“Nanti ada 23 lagi, termasuk stasiun kereta api Manggarai. Di Stasiun Manggarai terdapat 64 hektare milik pemerintah. Kita bisa bangun,” kata dia.
Program ini nantinya juga akan diterapkan di beberapa kota wisata. “Pak Prabowo sudah bilang ke saya, dia mau bangun konsep serupa di mana-mana di Indonesia. Di Semarang, di Bandung, di Surabaya, di Malang, mungkin di Jogja. Mungkin di Jogja kan kota wisata ya, mungkin konsepnya beda. Kita jangan sampai ada satu template semuanya,” ujar dia.
Hashim mengatakan Prabowo telah menetapkan target jangka panjang dari program perumahan. Selama 10 tahun, Prabowo menargetkan dapat membangun 30 juta unit rumah dan apartemen.
Langkah ini, kata Hashim, dipercaya dapat mengatasi backlog perumahan untuk 10-11 juta keluarga. Sementara itu, dia mengklaim terdapat 27 juta rumah tidak layak huni hingga 2024.
“Dan itu adalah tantangan dan itu adalah target Pak Prabowo. Dia ingin membangun, selama dia menanti presiden, insyaallah bisa dua periode, dia bisa bangun sampai 30 juta,” kata dia.

