Ditanya Soal Kelanjutan IKN, Hashim Djojohadikusumo: Saya Penghuni Lama
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto Hashim S. Djojohadikusumo menjelaskan nasib pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dia mengatakan pembangunan IKN akan terus dilanjutkan.
“Saya memang ingin IKN lanjut, itu dari dulu,” kata Hashim, saat diskusi dengan pebisnis di area Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
Hashim juga mengaku bahwa ibu kota baru tersebut telah menjadi bagian dari hidupnya. Adik presiden terpilih Prabowo Subianto ini mengatakan, sebelum ibu kota tersebut dibangun, ia telah memiliki lahan di sana.
“Sebelum ada IKN, saya sudah ada di sana. Sudah 15 tahun. Saya penghuni dan penduduk IKN,” kata dia.
Hashim menerangkan pernah memiliki tanah di dalam IKN. Dia menyebut beberapa konsesi area hutan di IKN dulunya sempat menjadi miliknya.
“Itu sudah lama,” ujar dia.
Hashim mengatakan ia masih menjalankan salah satu proyek miliknya di Pulau Kalimantan, di bidang penyediaan air bersih untuk kota Balikpapan dan Samarinda. Setelah ada IKN, dia akan turut membantu penyediaan air bersih di IKN.
“Daripada semua air ke Balikpapan dan Samarinda, masak saya tidak alihkan ke IKN,” kata dia.
Diberitakan, pembangunan IKN pada 2025 akan dilanjutkan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati angkat bicara terkait soal anggaran pengembangan kawasan strategis di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang terbilang rendah dibanding anggaran program dukungan manajemen.
Perlu diketahui, anggaran pengembangan kawasan strategis di IKN pada 2025 hanya Rp 137,1 miliar. Menurut Sri Mulyani, anggaran pengembangan kawasan strategis IKN tidak hanya mengandalkan RAPBN 2025. Masih ada opsi lainnya untuk menambah anggaran pengembangan kawasan tersebut, khususnya pengembangan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan investasi.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur dasar IKN membutuhkan Rp 24,52 triliun pada 2025 mendatang.

