Menteri Ara Bangun 27 Fasilitas Sanitasi di Kawasan Kumuh Jember Kidul
Poin Penting
|
JEMBER, investortrust.id — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 632 juta untuk pembangunan 27 unit fasilitas sanitasi di kawasan kumuh Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas lingkungan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga
Sidak Bareng Gubernur Jatim, Pertamina 'All Out' Pulihkan BBM Jember Pasca-Jalur Gumitir Ditutup
“Program ini dibiayai oleh uang rakyat, jadi rakyat harus mengetahui dengan jelas berapa anggarannya, apa bentuk bantuannya, berapa banyak bantuannya. Warga di sini tolong bantu diawasi, ikut terlibat dan laporkan jika ada hal yang tidak sesuai seperti kualitasnya jika tidak bagus,” kata Ara dalam keterangan resmi, dikutip Senin (20/10/2025).
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Jawa IV, Mustofa Oftan menjelaskan, kegiatan ini merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Jember. Berdasarkan hasil verifikasi, dari total kebutuhan 48 unit sanitasi, sebanyak 27 unit akan dibangun dengan anggaran Rp 632 juta.
“Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja. Pelaksanaan dimulai 27 Oktober dan ditargetkan selesai akhir Desember 2025,” ungkapnya.
Hasil verifikasi 2025 mencatat luas kawasan kumuh di Jember Kidul mencapai 32,74 hektare (ha), dengan 11,17 ha di antaranya telah terverifikasi untuk penanganan.
Baca Juga
Sidak Bareng Gubernur Jatim, Pertamina 'All Out' Pulihkan BBM Jember Pasca-Jalur Gumitir Ditutup
Menurut Mustofa, kawasan yang dikenal dengan sebutan “JEKI” itu menjadi fokus perbaikan sanitasi karena masih terdapat 133 rumah yang belum memiliki sistem pengelolaan sanitasi memadai.
Dari jumlah tersebut, lanjut dia, titik terbanyak berada di RT 001 RW 005 dengan 28 rumah belum memiliki fasilitas dasar sanitasi. "Program ini mencakup pembangunan bilik mandi, pemasangan kloset leher angsa, serta pembuatan septic tank baik secara komunal maupun individu," pungkas Mustofa.

