IHSG Sesi I Melambung 3,39%, Sektor Material Dasar Naik 7,14%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (8/4/2026), ditutup melambung sebanyak 236 poin (3,39%) menjadi 7.207. Rentang pergerakan 6.970-7.214 dengan nilai transaksi Rp 12,50 triliun.
Lompatan tersebut sejalan dengan kenaikan signifikan seluruh indeks pasar saham Asia setelah disepaktai gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu. Gencatan senjata juga disertai dengan pembukaan selat Hormuz yang langsung direspons penurunan drastic harga minya dunia hari ini.
Kenaikan pesat tersebut sejalan dengan lompatan harga seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar melambung 7,14%, sektor industry naik 4,63%, sektor consumer primer naik 3,78%, sektor infrastruktur menguat 3,45%, dan transportasi 3,34%. Kenaikan lebih dari 2% melanda sahamn sektor keuangan, teknologi, property, dan energi.
Baca Juga
IHSG Rebound Signifikan 3,30%, Gencatan Senjata AS-Iran hingga FTSE Russel Jadi Penopang
Lompatan indeks tersebut juga ditopang penguatan harga saham emiten big cap, seperti BBCA, BREN, BBRI, BYAN, AMMN, DSSA, TPIA, BMRI, hingga BRPT. Lompatan juga melanda saham ASII, BBNI, dan EMAS.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat sesi I, yaitu saham SOTS naik 24,84% menjadi Rp 955, ROCK melesat 24,94% menjadi Rp 2.480, IFSH menguat 21,43% menjadi Rp 3.400, BRPT naik 17,12% menjadi Rp 1.710,dan PMJS naik 17,22% menjadi Rp 177.
Kemarin, IHSG melemah sebanyak 18,4 poin (0,26%) menjadi 6.971 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,77 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 371,50 miliar, BBRI mencapai Rp 364,30 miliar, dan ANTM senilai Rp 306,78 miliar.
Baca Juga
Cadangan Devisa Maret 2026 US$ 148,2 Miliar, Turun 3 Bulan Berturut-turut
Pelemahan kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor industry 2,63%, consumer non primer 0,99%, consumer primer 0,70%, teknologi 0,96%, dan transportasi 1,35%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor infrastruktur, keuangan, dan energi.
Meski IHSG kembali merosot, sejumlah saham berikut melesat, tiga saham naik hingga auto reject atas (ARA), yaitu PMJS naik 34,92% menjadi Rp 151, IFSH naik 25% menjadi Rp 2.800, dan MEGAS naik 24,72% menjadi Rp 5.600.

