IHSG Dibuka Anjlok 131 Poin, Sebaliknya Saham Energi dan Material Dasar Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/3/2026), dibuka anjlok sebanyak 131 poin (1,62%) menjadi 8.103. Penurunan sebanding dengan kejatuhan bursa saham dunia akibat invasi AS-Israel ke Iran.
Penurunan dipicu atas pelemahan hampir semua sektor saham, seperti sektor consumer primer 4,78%, sektor property 3,12%, sektor infrastruktur 3,49%, sektor industir 2,43%, dan sektor consumer non primer 2,33%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor energi dan material dasar.
Baca Juga
Serangan AS-Israel ke Iran Guncang Pasar, Dow Futures Drop Hampir 600 Poin
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham energi dan material dasar ini, melesat, seperti MEDC naik 11,01% menjadi Rp 1.915, ENRGI naik 11,93% menjadi Rp 1.970, ANTM menguat 5,52% menjadi Rp 4.590, ELSA menguat 17,06% menjadi Rp 995, dan COAL menguat 16,67% menjadi Rp 84.
Sepanjang pekan lalu, IHSG catatkan penurunan 36,28 poin (0,44%) menjadi 8.235. Pemodal asing mencatatkan lompatan pembelian bersih (net buy) sebanyak Rp 4,90 triliun. Net buy terbanyak disumbangkan saham BBRI mencapai Rp 1,14 triliun.
Baca Juga
Harga Emas Melonjak Hampir 8% Sepanjang Februari, Ini Target Harga Berikutnya
Secara sectoral, penurunan dipicu atas pelemahan saham sektor energi, material dasasr, property, infrastruktur, transportasi, teknologi. Sebaliknya saham sektor industry, material dasar, dan consumer primer catatkan kenaikan.
Penurunan ini menjadikan kinerja IHSG BEI menajdi yang terburuk di Asia Pacifik sepanjang year to date (ytd) dengan pelemahan mencapai 4,76%. Adapun indeks dengan kenaikan tertinggi ytd dicatatkan indeks Kospi dengan penguatan 48,17% disusul indes SET dari Thailand dengan kenaikan 21,23%.

