Gencatan Senjata AS-Iran Disepakati, Minyak Langsung Anjlok 16% dan Pasar Saham Global Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga minyak dunia anjlok tajam pada Selasa malam atau Rabu pagi (8/4/2026) usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian sementara serangan terhadap Iran dan menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dalam konflik AS-Iran.
Trump menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah target militer dinilai telah tercapai dan proses menuju kesepakatan damai jangka panjang di Timur Tengah menunjukkan kemajuan signifikan. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata ini bersifat dua arah antara kedua negara.
Baca Juga
Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Menunggu 'Last Minute Deal' AS-Iran
Yahoo Finance dalam laporannya menybeutkan bahwa pasca pengumuman tersebut, harga minyak mentah global langsung merosot. Kontrak berjangka Brent crude turun lebih dari 16% hingga menyentuh level US$ 90,78 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) anjlok sekitar 16% dan diperdagangkan sedikit di atas US$ 94 per barel.
Gencatan senjata ini juga direpons positif pasar saham dunia. Kontrak berjangka indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq-100 melonjak sekitar 2%, sedangkan Dow Jones Industrial Average melesat lebih dari 900 poin.
Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai dapat menjadi dasar negosiasi menuju penyelesaian konflik jangka panjang. Ia menyebut peluang tercapainya perdamaian permanen semakin terbuka.
Baca Juga
Serangan AS–Israel ke Iran Ditingkatkan Jelang Deadline Hormuz, Negosiasi Kandas
Sebelumnya, ketegangan meningkat setelah pernyataan Trump yang memperingatkan potensi kehancuran besar, jika konflik terus berlanjut. Bahkan, Iran sempat menolak negosiasi gencatan senjata sementara dan hanya bersedia menghentikan konflik jika perang diakhiri sepenuhnya serta disertai kompensasi atas kerusakan.
Sepanjang konflik, serangan militer AS dan sekutunya difokuskan pada target infrastruktur militer dan energi Iran, tanpa menyasar fasilitas sipil utama seperti pembangkit listrik dan infrastruktur publik lainnya.
Keputusan gencatan senjata ini menjadi katalis utama bagi penurunan harga minyak, sekaligus memicu optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas geopolitik dan prospek ekonomi global dalam jangka pendek.

