Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Menunggu 'Last Minute Deal' AS-Iran
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Selasa waktu AS atau Rabu (8/4/2026). S&P 500 mencatat kenaikan tipis seiring meningkatnya harapan investor terhadap peluang kesepakatan menit terakhir antara Washington dan Teheran.
Indeks S&P 500 naik 0,08% ke level 6.616,85, sementara Nasdaq Composite menguat 0,10% ke 22.017,85. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun 85,42 poin atau 0,18% ke 46.584,46.
Baca Juga
Trump Ancam Luluhlantakkan Jembatan dan Pembangkit Listrik, Iran Siap Lawan
Pergerakan pasar berbalik dari level terendah sesi pada jam terakhir perdagangan, setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meminta Presiden Donald Trump menunda tenggat serangan terhadap Iran selama dua minggu.
Pakistan juga meminta Iran membuka kembali Selat Hormuz untuk periode yang sama sebagai “itikad baik”. Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt menyatakan bahwa Trump telah mengetahui proposal tersebut dan akan memberikan respons.
Sebelumnya, Trump menetapkan batas waktu pukul 20.00 waktu AS Timur bagi Iran untuk membuka jalur pelayaran strategis itu atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur vitalnya. Pernyataan keras Trump sempat mengguncang pasar, bahkan ia memperingatkan bahwa “seluruh peradaban bisa mati malam ini”.
Meski demikian, Trump juga membuka peluang bahwa serangan mungkin tidak terjadi, menyebut kemungkinan munculnya perubahan besar di Iran.
Sentimen tersebut sempat menekan saham dan mendorong harga minyak naik, sebelum akhirnya stabil di akhir sesi. Minyak mentah West Texas Intermediate ditutup naik 54 sen ke US$112,95 per barel, sementara Brent turun tipis ke US$109,62.
Baca Juga
Harga Minyak Brent dan WTI Tembus Level Tertinggi di Tengah Ancaman Trump
Kepala investasi Facet, Tom Graff, meyakini bahwa investor berasumsi harga minyak akan tetap "jauh lebih tinggi" daripada level sebelum perang, tapi ia memandang penutupan Selat Iran sebagai "taktik negosiasi." Meskipun negara itu mungkin ingin membukanya kembali dengan persyaratannya sendiri, bukan persyaratan AS, tidak ada seorang pun – termasuk Iran – yang diuntungkan dari penutupan permanen di sana. “Saya rasa tidak akan dibiarkan Selat (Hormuz) tertutup selama berbulan-bulan,” ujarnya kepala kepada CNBC.
Saham Broadcom menjadi salah satu pendorong pasar, melonjak 6% setelah memperluas kerja sama kecerdasan buatan dengan Google dan Anthropic.

