Dimediasi AS dan Prancis, Gencatan Senjata Permanen Israel-Hizbullah Akhirnya Disepakati
WASHINGTON, investortrust.id – Setelah melalui perundingan yang panjang, akhirnya gencatan senjata permanen antara Israel dan Hizbullah di Lebanon bisa disepakati. Presiden AS Joe Biden mengumumkan hasil kesepakatan itu, Selasa (26/11/2024) waktu AS. Kesepakatan ini dimediasi oleh Prancis dan AS
Baca Juga
Gencatan senjata permanen antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon dijadwalkan mulai berlaku pada Rabu, menyusul konflik yang berlangsung selama setahun antara negara Yahudi itu dengan kelompok-kelompok yang didukung Iran.
“Berdasarkan kesepakatan yang dicapai hari ini, efektif mulai pukul 4:00 pagi waktu setempat besok, pertempuran di perbatasan Lebanon-Israel akan berakhir,” ujar Biden dalam pidatonya di Rose Garden Gedung Putih, dikutip dari CNBC.
“Ini dirancang sebagai penghentian permusuhan secara permanen. Apa yang tersisa dari Hezbollah dan organisasi teroris lainnya tidak akan diizinkan, saya tegaskan, tidak akan diizinkan untuk kembali mengancam keamanan Israel,” tambahnya.
Ketegangan Sejak Oktober 2023
Negara-negara tetangga di Timur Tengah ini saling menyerang sejak Oktober 2023, setelah Israel meluncurkan kampanye militer besar-besaran di Jalur Gaza sebagai tanggapan terhadap serangan teroris oleh kelompok militan Palestina, Hamas.
“Dalam 60 hari ke depan, tentara Lebanon dan pasukan keamanan negara akan dikerahkan dan mengambil alih kendali wilayah mereka sendiri,” ujar Biden. “Dan dalam 60 hari ke depan, Israel akan secara bertahap menarik pasukannya yang tersisa.”
Biden juga menyatakan keyakinannya bahwa warga sipil di kedua sisi akan dapat kembali dengan aman ke komunitas mereka untuk membangun kembali rumah, sekolah, ladang, bisnis, dan kehidupan mereka.
Respons dari Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan ini dalam pidato televisi, yang kemudian diajukan ke kabinetnya untuk disetujui.
Baca Juga
“Gencatan senjata ini memungkinkan kita untuk fokus pada ancaman Iran,” ujar Netanyahu. “Kami akan menyelesaikan eliminasi Hamas, pengembalian semua sandera, dan pemulangan warga di utara.”
Namun, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, meminta penegakan yang efektif dari PBB jika gencatan senjata ini dilaksanakan. Dia memperingatkan bahwa Israel akan bertindak melawan ancaman apa pun kapan saja dan di mana saja.
Bantuan Internasional
Biden menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak berencana mengirim pasukan ke Lebanon selatan.
“Ini sejalan dengan komitmen saya kepada rakyat Amerika untuk tidak menempatkan pasukan AS dalam pertempuran dalam konflik ini,” kata Biden. “Sebagai gantinya, kami, bersama Prancis dan negara lainnya, akan memberikan bantuan yang diperlukan untuk memastikan kesepakatan ini diimplementasikan sepenuhnya dan efektif.”
Sementara negosiasi berlangsung, pertempuran masih berlanjut pada Selasa, dengan Israel melakukan serangan udara di Beirut, dan Hizbullah meluncurkan serangan rudal ke kamp pelatihan infanteri di Shavei Tzion di Israel utara.
Langkah diplomatik ini telah mendapat banyak dukungan dari komunitas internasional, yang juga menyerukan penghentian serangan di Jalur Gaza untuk mengurangi krisis kemanusiaan yang terus memburuk.

