Wika Gedung (WEGE) Kantongi Kontrak Baru Rp 464,67 Miliar hingga Maret 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 464,67 miliar hingga Maret 2026. Kontrak tersebut mencakup proyek Sekolah Rakyat, halte BRT, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, hunian aparatur sipil negara (ASN), serta hunian Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Direktur Utama WEGE Hadian Pramudita mengatakan perseroan memiliki fondasi kuat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi. "Kami optimistis target perolehan kontrak baru tahun ini dapat tercapai secara optimal," kata dia Jumat (3/4/2026).
Baca Juga
WIKA Gedung (WEGE) Hadapi Sidang PKPU, Siapkan Dokumen dan Data Pembelaan
Secara kinerja keuangan, WEGE berhasil memangkas total liabilitas sebesar 33,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Mengacu laporan keuangan perseroan 2025 liabilitas WEGE menurun dari Rp 3,12 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp 2,07 triliun per 31 Desember 2025.
Penurunan tersebut terutama berasal dari pelunasan pinjaman bank jangka pendek yang menyusut tajam 79,14% dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp 350,00 miliar menjadi Rp 73,04 miliar.
Selain itu, strategi diversifikasi usaha turut mendukung stabilitas pendapatan. Segmen properti mencatatkan pendapatan sebesar Rp 40,11 miliar. Kontribusi dari lini bisnis nonkonstruksi ini juga membantu menjaga likuiditas perseroan, tercermin dari posisi kas dan setara kas yang tetap solid di level Rp 391,13 miliar pada akhir 2025.
Adapun rugi neto tahun berjalan sebesar Rp 630,25 miliar dijelaskan manajemen sebagai dampak dari penerapan prinsip akuntansi konservatif. Perseroan melakukan pengakuan penurunan nilai aset keuangan serta pembentukan penyisihan pekerjaan dalam proses sebagai bagian dari strategi balance sheet cleaning.
Baca Juga
WEGE Bidik Kontrak Baru Rp 3 Triliun pada 2026, Fokus Konstruksi dan Strategi Integrator
WEGE juga menjalankan langkah deleveraging yang terlihat dari perbaikan gearing ratio menjadi 0,07x pada 2025, dari 0,18x pada 2024. Sementara itu, rasio utang terhadap ekuitas (DER) tercatat tetap terjaga pada level 1,05x.
“Kebijakan ini diambil untuk memastikan laporan keuangan WEGE mencerminkan nilai aset riil dan transparan. Melalui optimalisasi instrumen keuangan dan penataan akun historis ini, kami berharap neraca 2026 dapat menunjukkan kondisi jauh lebih sehat dan kredibel,” kata Hadian.

