Wika Gedung (WEGE) Rampungkan Proyek Gedung Labtek XV ITB Senilai Rp 164,85 miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) resmi menyelesaikan proyek pembangunan Gedung Labtek XV Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan nilai kontrak Rp 164,85 miliar. Kini, gedung tersebut diberi nama Gedung Rekayasa Molekular dan Material Fungsional.
Pembangunan gedung dimulai pada November 2023, di atas lahan 1.962 m2 yang terdapat bangunan existing berupa Gedung Kimia Lama ITB. Dari sisi teknis, proyek pembangunan Gedung Labtek XV dilaksanakan oleh Wika Gedung selama 570 hari kalender.
“Proyek ini dikerjakan sesuai ketentuan kontrak, prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta standar mutu dan keselamatan kerja yang ketat,” terang Direktur Operasi 1 Wijaya Karya Bangunan Gedung, Bagus Tri Setyana secara tertulis, yang dikutip pada Sabtu (9/8/2025).
Perseroan juga menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) untuk memastikan efisiensi, akurasi, dan integrasi dalam setiap tahap pembangunan. Dalam peresmian gedung di Bandung, Kamis (7/8/2025), Bagus mengungkapkan kebanggaannya atas capaian ini.
"Kami selalu berkomitmen untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan melalui pembangunan infrastruktur kampus yang berkualitas, aman, dan ramah terhadap kegiatan riset maupun kolaborasi lintas disiplin. Terima Kasih, khususnya atas kepercayaan ITB serta para mitra strategis dan seluruh stakeholder dalam proyek ini," sambung dia.
Pembangunan Gedung Rekayasa Molekular dan Material Fungsional merupakan hasil kolaborasi, antara Institut Teknologi Bandung, PT Pertamina (Persero), dan PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp). Kerja sama ini jadi wujud sinergi, antara akademisi dan dunia industri dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional.
Baca Juga
Wika Gedung (WEGE) Kantongi Proyek Pembangunan 50 Villa Modular di Marina Bay Lombok
Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara pun menyampaikan, kehadiran gedung tersebut akan memperkuat peran ITB sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis riset, yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri.
"Gedung ini adalah wujud dari komitmen ITB untuk terus mengikuti perkembangan zaman, memperkuat ekosistem riset dan inovasi dan berbasis Universitas dan industri,” ujar Tata.
Gedung Rekayasa Molekular dan Material Fungsional berganti menjadi bangunan yang lebih megah dengan total luas bangunan mencapai 18.464 m2. Bangunan ini terdiri dari 8 lantai dan 2 basement, dilengkapi fasilitas modern dan menjadi pusat kegiatan akademik dan riset terpadu.
Fasilitas dimaksud, meliputi laboratorium pendidikan dan penelitian, ruang kuliah dan seminar, area workshop, laboratorium inovasi, ruang dosen, hingga ruang publik dan komersial.
Acara peresmian turut dilanjutkan dengan sesi peninjauan fasilitas gedung oleh seluruh tamu undangan. Pihak-pihak utama yang hadir, antara lain Group CEO ParagonCorp Harman Subakat, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
Kehadiran Gedung Rekayasa Molekular dan Material Fungsional juga melanjutkan rekam jejak kolaborasi sukses ITB bersama WIKA, setelah sebelumnya menyelesaikan pembangunan Gedung CRCS, CADL, CAS, CIBE, dan Innovation Park.

