Merdeka Gold (EMAS) Ajukan Listing Saham ke Bursa Hong Kong hingga Tiga Direktur Mundur
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengajukan permohonan pencatatan saham ke bursa saham Hong Kong atau Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) pada 20 Maret 2026.
Manajemen EMAS dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/3/2026), menyebutkan langkah ini merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat platform pasar modal sekaligus meningkatkan profil internasional perseroan.
Permohonan pencatatan tersebut juga bertujuan mendiversifikasi dan memperluas basis pemegang saham dengan menarik investor institusi global. Selain itu, EMAS menargetkan peningkatan likuiditas melalui akses ke pasar modal yang lebih dalam.
Baca Juga
Sahamnya Sentuh ATH Rp 9.000, Merdeka Gold (EMAS) Ternyata Punya Info Penting Ini
Merdeka Gold (EMAS) juga menilai langkah ini akan memperkuat tata kelola perusahaan dan standar pelaporan melalui kepatuhan terhadap kerangka regulasi internasional, serta meningkatkan fleksibilitas pendanaan untuk pengembangan proyek dan inisiatif pertumbuhan ke depan.
Manajemen menambahkan, pencatatan ini juga mendukung pengembangan jangka panjang dengan meningkatkan akses bagi investor internasional yang ingin mendapatkan eksposur terhadap sektor emas Indonesia, dengan tetap memperhatikan ketentuan regulasi dan kondisi pasar.
EMAS memastikan bahwa permohonan pencatatan tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Sebelumnya, pada 16 Maret 2026, melalui anak usaha PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), Merdeka Gold telah melakukan penjualan emas perdana kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) sebanyak 16,0597 kg atau setara 516,287 ounces.
Baca Juga
Tambang Pani Mulai Beroperasi, Merdeka Gold (EMAS) Targetkan Produksi 115.000 Ons
Penjualan ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Grup Merdeka dan Antam melalui skema Gold Sales and Purchase Agreement (GSPA), yang bertujuan mendukung penyerapan produksi emas dalam negeri serta memperkuat integrasi rantai pasok emas nasional.
Seiring dimulainya produksi, perseroan juga mencatat peningkatan signifikan cadangan emas. Berdasarkan estimasi per 31 Desember 2025, total Ore Reserves mencapai 203,1 juta ton bijih dengan kadar rata-rata 0,79 gram per ton (g/t) emas atau setara sekitar 5,2 juta ounces emas.
Jumlah ini meningkat dibandingkan laporan Oktober 2025 sebesar 190,3 juta ton bijih dengan kandungan 4,8 juta ounces emas, serta jauh lebih tinggi dari posisi akhir 2024 yang mencapai 77,5 juta ton bijih dengan kandungan sekitar 1,9 juta ounces emas.
Direksi Mundur
Sebelum Merdeka Gold (EMAS) mengajukan pencatatan saham di bursa Hong Kong, tiga direktur perseroan mengajukan pengunduran diri dari posisinya sejak 18 Maret 2026. Ketiga direktur tersebut adalah Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekrie.
“Sesuai dengan ketentuan anggaran dasar perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, permohonan pengunduran diri ketiga anggota direksi tersebut akan diputuskan dalam RUPS perseroan dan akan berlaku efektif setelah memperoleh RUPS,” tulis Sekretaris Perusahaan Merdeka Gold (EMAS) Adi Andriansyah Sjoekri dalam pengumuman resminya.

