Laba Chandra Asri (TPIA) Melonjak ke US$1,44 Miliar di 2025, Sebaliknya Harga Saham Anjlok
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan lompatan laba tahun berjalan menjadi US$ 1,44 miliar pada 2025, berbalik dari rugi bersih US$ 56,5 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Namun harga saham TPIA makin tertekan lebih dari 28% dalam sebulan terakhir.
Laba atribusi kepada pemilik entitas induk juga meningkat signifikan menjadi US$ 1,09 miliar, dibandingkan rugi US$ 68,61 juta pada tahun sebelumnya. Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/3/2026), menyebutkan peningkatan kinerja tersebut didorong lonjakan pendapatan sebesar 293% dari US$ 1,78 miliar menjadi US$ 7,02 miliar.
Baca Juga
Kontribusi terbesar berasal dari segmen energi yang meningkat dari US$ 11,4 juta menjadi US$ 3,66 miliar. Segmen kimia juga tumbuh dari US$ 1,68 miliar menjadi US$ 3,23 miliar, sementara segmen infrastruktur naik dari US$ 89,5 juta menjadi US$ 121,2 juta. EBITDA perseroan turut melonjak signifikan dari US$ 76,1 juta menjadi US$ 1,65 miliar.
Group Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, menyampaikan bahwa perseroan berhasil mencatat kinerja yang kuat pada 2025 dengan laba bersih sekitar US$ 1,4 miliar serta mempertahankan neraca yang tangguh dengan likuiditas lebih dari US$ 3 miliar.
“Kami tetap fokus dalam mendorong tiga pilar strategis, Energi, Kimia, dan Infrastruktur, serta menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari pertumbuhan untuk menciptakan nilai jangka panjang. Kami memasuki tahun 2026 dengan momentum yang kuat, didukung oleh kinerja operasional yang solid serta kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis terbaru,” tulisnya dalam penjelasan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Meski mencatatkan lomptan laba, Chandra Asri (TPIA) membukukan peningkatan pesat total liabilitas menjadi US$ 7,66 miliar, disbanding periode sama tahun sebelumnya US$ 2,72 miliar. Penambahan terpesat datang dari utang bank naik dari US$ 1,21 miliar menjadi US$ 3,97 miliar. Harga saham TPIA juga telah anjlok lebih dari 28% menjadi Rp 5.075 dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,21%, Tekanan Datang dari Saham Berikut
Chandra Asri merupakan penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur di Asia Tenggara yang memasok produk dan layanan ke berbagai industri manufaktur di pasar domestik maupun internasional.
Sejak didirikan pada 1992, perseroan terus memperkuat posisinya dengan portofolio aset strategis di Indonesia dan Singapura, termasuk kilang berkapasitas 237.000 barel per hari, unit ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton di Pulau Bukom, 2,5 juta metrik ton aset kimia hilir di Pulau Jurong, 60 SPBU ritel Esso di Singapura, serta naphtha cracker di Cilegon dengan kapasitas 0,9 juta metrik ton.

