Sebelum Rilis Kinerja Keuangan Anjlok di 2024, Prajogo Terpantau sudah Lepas Sebagian Saham Chandra Asri (TPIA)
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan kinerja keungan PT Chandra Asri Pacifik Tbk (TPIA) yang signifikan sepanjang 2024 merembet terhadap kejatuhan seluruh saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa pagi (18/3/2025). Sebelumnya Prajogo Pangestu ternyata sudah melepas sebagian saham TPIA sebelum rilis kinerja tahun 2024 ini. Prajogo raup cuan melimpah, dibandingkan dengan harga saham TPIA intraday sesi I hari ini.
Bahkan, kapitalisasi pasar (market cap) dua emiten Prajogo jatuh hingga perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 10.30 WIB. Market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) jatuh menjadi Rp 659 triliun dan menjadikannya turun peringkat menjadi emiten dengan market cap terbesar ke dua disalip PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp 672 triliun.
Baca Juga
Begitu juga dengan market cap TPIA turun ke peringkat lima menjadi Rp 471 triliun disalip PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diperingkat keempat dengan kapitalisasi mencapai Rp 565,46 triliun.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI hingga pukul 10.40 WIB, saham TPIA anjlok 18,05% menjadi Rp 5.425, BREN jatuh Rp 12,23% menjadi Rp 5.000, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) jatuh 14,55% menjadi Rp 5.875, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terjungkal sebanyak 7,74% menjadi Rp 715, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 12,45% menjadi Rp 2.400.
Kejatuhan saham emiten Prajogo tersebut menjadikan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI intraday sesi I hari in turun sebanyak 216 poin ( (3,35%) menjadi 6.256. Bahkan, IHSG semapt turun ke level terendahnya lebih dari 3,5 tahun level 6.239.
Baca Juga
Prajogo Lepas Puluhan Juta Saham Chandra Asri (TPIA) Bernilai Rp 167,20 Miliar, Ada Apa?
Penurunan indeks tersebut juga terseret kejatuhan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCI) hingga auto reject bawah (ARB) sebanyak 20% menjadi Rp 115.800. Sebagaimana diketahui saham emiten data center ini masuk dalam daftar top 10 market cap BEI.
Kejatuhan IHSG hari ini berbanding terbalik dengan kinerja bursa saham dunia yang justru menguat. Di antaranya, Strait Time naik 36 poin, Hang Seng menguat 488 poin, dan Nikkei melesat 515 poin. Sedangkan semalam bursa saham Wall Street melesat.
Sebelumnya, Prajogo Pangestu telah terlebih dulu exit dengan melepas sebagian saham TPIA sebelum emiten tersebut merilis kinerja keuangan tahun 2024 denga penurunan pendapatan dan pembengkakan rugi bersih. Prajogo terpantau melepas sebanyak 23,20 juta saham (0,03%) saham TPIA dengan nilai Rp 167,20 miliar. Saham tersebut dilepas pada rentang harga Rp 7.100-7.400 pada 3-7 Maret 2025. Prajogo beralasan aksi jual ini bagian dari peningkatan free float saham TPIA di bursa.
Baca Juga
Masuk Kategori PSN, Chandra Asri (TPIA) Siap Bangun Pabrik Senilai Rp 15 Triliun
Sebanyak 5 juta saham TPIA dilepas Prajogo dengan harga Rp 7.411 per saham pada 3 Maret, sebanyak 3 juta saham dengan harga Rp 7.208 pada 4 Maret, mencapai 4,54 juta saham dengan harga Rp 7.036 pada 5 Maret. Prajogo kembali menjual sebanyak 6,77 juta saham TPIA dengan rentang harga Rp 7.100-7.250 pada 6 Meret dan sisanya sebanyak 1,05 juta saham TPIA dilepas pada 7 Maret. Harga pelepasan tersebut jauh di bawha harga TPIA intraday sesi I hari ini di bawah level Rp 6.000.
“Penjualan tersebut bertujuan untuk menambah free float saham TPIA. Penjualan menjadikan total saham yang dimiliki Prajogo Pangestu berkurang dari semula 5,06% menjadi 5,03%,” tulisnya dalam penjelasan resmi tersebut manajemen TPIA di BEI pada 7 Maret 2025.

