Saham TPIA Terbang 67%, Laba Chandra Asri Melonjak ke US$ 205 Juta di Kuartal I-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk ((TPIA) atau Chandra Asri Group, perusahaan petrokimia yang dikendalikan Prajogo Pangestu, membukukan lompatan laba bersih menjadi US$ 205 juta pada kuartal I-2025, dengan rugi periode berjalan US$ 23,58 juta.
Lompatan kinerja keuangan tersebut berdampak terhadap kenaikan pesat harga saham TPIA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/4/2026), sebanyak 10,29% menjadi Rp 6.700 hingga pukul 14.30 WIB. Kenaikan pesat juga melanda saham induk usahanya PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebanyak 16,45% menjadi Rp 2.230.
Baca Juga
Laba Chandra Asri (TPIA) Melonjak ke US$1,44 Miliar di 2025, Sebaliknya Harga Saham Anjlok
Manajemen TPIA dalam penjelasan resminya hari ini menyebutkan bahwa perseroan berhasil mencatatkan EBITDA jumbo mencapai US$ 421 juta hingga kuartal I-2026. Capaian tersebut ditopang oleh kinerja kilang yang sangat kuat, strategi pengadaan bahan baku yang optimal, serta eksekusi transformasi bisnis yang konsisten di tengah kondisi industri petrokimia yang menantang.
Selain itu, Chandra Asri Group mencatatkan likuiditas yang solid sebesar US$ 3,8 miliar, yang mendukung ketahanan operasional sekaligus fleksibilitas strategis dalam menghadapi volatilitas pasar.
“Kinerja positif ini turut didorong oleh keberhasilan integrasi aset strategis, termasuk akuisisi kilang Shell Singapore dan jaringan ritel ExxonMobil Singapore yang diselesaikan dalam satu tahun terakhir. Integrasi tersebut memperkuat basis pendapatan sekaligus meningkatkan skala bisnis secara signifikan,” tulis penjelasan resminya.
Baca Juga
Di tengah tekanan industri petrokimia akibat kelebihan pasokan dan permintaan yang tertahan, TPIA tetap mampu menjaga stabilitas operasional melalui disiplin biaya, fleksibilitas bahan baku, serta optimalisasi rantai nilai terintegrasi.
Dari sisi operasional, Chandra Asri Group berhasil meningkatkan margin kilang di tengah disrupsi pasar Timur Tengah. Optimalisasi pemilihan crude slate dan strategi penempatan produk memungkinkan perseroan memaksimalkan spread dan throughput sepanjang kuartal berjalan.
Perseroan juga melanjutkan ekspansi melalui investasi strategis, termasuk penyelesaian proyek ekspansi fasilitas Butene-1 dan MTBE di Cilegon. Selain itu, melalui anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), perseroan terus memperluas infrastruktur logistik, penyimpanan, dan utilitas di Indonesia guna meningkatkan efisiensi biaya serta menciptakan sumber pendapatan berulang.
Baca Juga
Analis Beberkan Transformasi Chandra Asri (TPIA) Perkuat Industri Nasional Lewat Ekspansi Regional
Dalam mendukung hilirisasi dan kemandirian industri nasional, Chandra Asri Group berkomitmen mengalokasikan belanja modal sekitar US$ 1 miliar untuk pembangunan fasilitas caustic soda dan ethylene dichloride berskala dunia beserta infrastruktur pendukungnya. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Lompatan Saham
Terkait pergerakan harga saham, TPIA berhasil catatkan kenaikan beruntun dalam lima hari terakhir. Saham TPIA melambung seabnyak 67,91% dari level Rp 3.990 pada 6 April menjadi Rp 6.700 hinga intraday sesi II hari ini.
Begitu juga dengan saham induk usahanya BRPT telah melambung dalam enam hari terakhir dari level Rp 1.280 menjadi Rp 2.220 atau melesat lebih dari 73,43%. Lompatan harga dua saham emiten Prajogo ini topang penguatan indeks dalam empat hari beruntun.

