IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,21%, Tekanan Datang dari Saham Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (26/3/2026), ditutup berbalik anjlok sebanyak 88,04 poin (1,21%) menjadi 7.214,08. Rentang pergerakan 7.196-7.323 dengan nilai transaksi Rp 6,86 triliun.
Penurunan ini sejalan dengan kejatuhan mayoritas pasar saham Asia. Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi turun 2,05%, sektor industry turun 2,04%, sektor teknologi turun 1,26%, seketor material dasar melemah 0,95%, dan sektor keuangan 0,64%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi dan kesehatan.
Baca Juga
Amman Mineral (AMMN) Incar Kenaikan Produksi Konsentrat 101% di 2026
Tekanan IHSG sesi I juga dipengaruhi atas pelemahan sejumlah saham big cap akibat aksi ambil untung setelah melesat kemarin, seperti ASII, BYAN, INCO, TPIA, DCII, BREN, ITMG, MLPT, dan TLKM.
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga mengesankan, seperti saham TALF melambung 25% menjadi Rp 750 dan SSTM naik 24,80% menjadi Rp 780. GIAA naik 20,55% menjadi Rp 88, ESTI naik 19,88% menjadi Rp 199, dan SOTS naik 19,43% menjadi Rp 1.045.
Kemarin, IHSG ditutup naik signifikan sebanyak 195,28 poin (2,75%) menjadi 7.302,12. Rentang pergerakan 7.053-7.302 dengan nilai transakasi Rp 21,13 triliun. Lompatan ini sejalan dengan penguatan hampir seluruh bursa saham Asia dipimpin Nikkei. Adapun saham dengan penopang utama lompatan indeks hari ini adalah saham ITMG, ASII, AMMN, TLKM, PTRO, RAJA, AADI, dan DSSA.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Raih Kontrak LNG Masela, Nilainya Sampai Segini
Kenaikan tersebut juga sejalan dengan peningkatan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry menguat 5,98%, sektor energi naik 5,15%, sektor konsumer primer naik 3,84%, sektor infrastruktur 3,45%, sektor konsumer primer 3,84%, dan sektor konsumer non primer 2,31%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan kesehatan.
Seiring dengan lompatan indeks tersebut, sejumlah saham ini catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ESTI naik 34,96% menjadi Rp 166, ICON naik 34,55% menjadi Rp 148, BELL melesat 34,23% menjadi Rp 149, dan WOWS naik 33,93% menjadi Rp 75. ARA juga melanda saham SOTS naik 25% menjadi Rp 875 dan SSTM naik 25% menjadi Rp 625, FUJI naik 24,83% menjadi Rp 372, dan GULA naik 24,46% menjadi Rp 346.

