Raup Laba US$ 1,65 Miliar, Chandra Asri (TPIA) Ungkap Pengembangan Tiga Pilar Bisnis
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih tertinggi sebesar US$ 1,65 miliar hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi bersih periode berjalan US$ 57,96 juta. Kenaikan laba ini didukung peningkatan pendapatan melalui anak usahanya Aster Chemicals & Energy Pte. Ltd.
Rilis laporan kinerja keaungan TPIA mengumumkan adanya kenaikan pesat pendapatan dari US$ 1,32 miliar menjadi US$ 7,18 miliar. Laba sebelum pajak mencapai US$ 1,54 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi sebelum panjak US$ 74,45 juta. Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan naik menjadi US$ 1,29 miliar, dibandingkan rugi sebelumnya US$ 59,37 juta.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Akuisisi Jaringan SPBU Esso di Singapura, Perkuat Ekspansi Energi Regional
Direktur dan Chief Financial Officer Group Andre Khor dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/10/2025), menyampaikan bahwa capaian ini menandai fase penting dalam transformasi Chandra Asri menuju pemimpin regional di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.
Usai mencetatkan peningkatan kinerja keuangan, TPIA langsung mengumumkan pembagian dividen interim sebesar US$ 20 juta sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham. Dividen ini akan dibayarkan pada 28 November 2025. Pembagian didasarkan laba bersih atribusi US$ 1,26 miliar hingga September 2025, saldo laba ditahan mencapai US$ 1,89 miliar, dan ekuitas US$ 4,76 miliar.
Chandra Asri Group, emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, terus memperkuat tiga pilar strategisnya, yakni energi, kimia, dan infrastruktur, dengan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang. Sektor Energi dilakukan dengan perluasan kehadiran regional melalui penandatanganan Sales Purchase Agreement terkait akuisisi jaringan ritel Esso milik ExxonMobil di Singapura, melalui special purpose vehicle di bawah anak usaha. Langkah ini memperkuat strategi pembangunan infrastruktur energi terintegrasi di Asia Tenggara, melanjutkan ekspansi sebelumnya bersama Aster Chemicals & Energy Pte. Ltd.
Baca Juga
Sedangkan penguatan sektor kimia dilakukan dengan pembangunan pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon dengan progres konstruksi telah mencapai 33%. Pabrik ini diharapkan meningkatkan kemandirian industri kimia nasional dan berpotensi memberikan penghematan hingga Rp 10 triliun per tahun dengan menekan impor. Selain itu, penyelesaian akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals berjalan lancar dan langsung memberikan kontribusi nilai bagi group.
Sektor Infrastruktur digarap melalui anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI), perseroan memperkuat portofolio logistik dan energi terbarukan. CDI menambah dua kapal kimia baru, 20 truk tambahan, memperkuat kepemilikan di PT Chandra Shipping International dan PT Marina Indah Maritim, serta memperluas portofolio tenaga surya menjadi 11 MWp.

