Laba Surge (WIFI) Melonjak 76,75% di 2025, Ekspansi Ini Jadi Penopang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 408,6 miliar pada 2025. Angka tersebut menunjukkan lompatan sebanyak 76,75% (yoy).
Direktur Utama Solusi Sinergi Digital Yune Marketatmo mengatakan bahwa kinerja perseroan didorong oleh ekspansi masif jaringan serat optik serta penguatan layanan konektivitas fixed broadband.
Baca Juga
Surge (WIFI) Ubah Penggunaan Dana Rights Issue Rp 5,89 Triliun, Alasan Ini Diungkap
Kenaikan tersebut berdampak terhadap peningkatan laba per saham dasar dari Rp 99,44 pada 2024 menjadi Rp 111,19 pada 2025. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan nilai bagi pemegang saham seiring ekspansi bisnis perseroan.
Sepanjang 2025, perusahaan dengan nama Surge ini membukukan pendapatan usaha bersih sebesar Rp 1,66 triliun atau naik 147% (yoy). Kontribusi utama berasal dari segmen telekomunikasi melalui penyediaan infrastruktur serat optik dan layanan internet.
Sementara itu, segmen periklanan digital memberikan kontribusi stabil melalui ekosistem media digital yang terintegrasi di berbagai moda transportasi dan area publik. Surge (WIFI) juga mencatatkan basis pelanggan mencapai 2,5 juta home pass dan 1,5 juta home connect, dengan tingkat take-up hingga 60%.
Baca Juga
Surge (WIFI) Kantongi Lisensi FWA 1,4 GHz, IRA Siap Diluncurkan Komersial
Dari sisi efisiensi, EBITDA tercatat sebesar Rp1,15 triliun dengan margin EBITDA mencapai 69%, mencerminkan optimalisasi pemanfaatan jaringan infrastruktur. Hingga akhir 2025, total aset perseroan melonjak lebih dari lima kali lipat menjadi Rp 15,17 triliun, didorong oleh peningkatan aset tetap neto sebesar Rp 5,22 triliun, seiring pembangunan jaringan serat optik nasional.
Total liabilitas tercatat sebesar Rp 6,65 triliun atau naik 243,3%, sementara ekuitas melonjak 778,28% menjadi Rp8,51 triliun, memperkuat basis modal untuk ekspansi. Likuiditas WIFI juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan posisi kas dan setara kas mencapai Rp 6,16 triliun pada akhir 2025 dari Rp 18,5 miliar pada 2024. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam pembiayaan belanja modal dan operasional.
Penerimaan kas dari pelanggan tercatat sebesar Rp 1,46 triliun, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan kualitas pendapatan yang baik dan siklus penagihan yang lancar. Pada 2025, perseroan menyiapkan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) ‘IRA (Internet Rakyat)’ sebagai katalis pertumbuhan, dengan integrasi jaringan fiber backbone dan wireless last-mile untuk memperluas akses broadband terjangkau di Indonesia.

