Surge (WIFI) Ubah Penggunaan Dana Rights Issue Rp 5,89 Triliun, Alasan Ini Diungkap
JAKARTA, investortrust.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge akan mengubah dana hasil penerbitan saham baru atau rights issue senilai Rp 5,89 triliun. Dana difokuskan untuk pengembangan proyek fixed wireless access (FWA), dibandingkan sebelumnya untuk pembangunan jaringan fiber to the home (FTTH).
Manajemen dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/3/2026), menyebutkan bahwa perubahan penggunakan dana ini bagian dari optimalisasi strategi ekspansi dengan memprioritaskan model bisnis FWA yang memiliki waktu implementasi relatif lebih cepat, dibandingkan pembangunan jaringan fiber secara masif.
Baca Juga
Surge (WIFI) Kantongi Lisensi FWA 1,4 GHz, IRA Siap Diluncurkan Komersial
Aksi tersebut akan diwujudkan setelah perusahaan Hashim S. Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto ini, mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada 8 April 2026.
Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan belanja modal dan arus kas melalui model investasi yang lebih modular dan scalable sesuai pertumbuhan pelanggan. “Perseroan juga ingin mengoptimalkan pemanfaatan spektrum frekuensi radio pita 1,4 GHz sekaligus memperkuat potensi pertumbuhan pendapatan dan memperluas jangkauan layanan broadband dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik,” terangnya.
Baca Juga
Monetisasi 5G FWA Dongkrak Prospek Surge (WIFI), Potensi Harga Saham masih Jumbo
Rencana perubahan penggunaan dana ini tidak berdampak terhadap laporan laba rugi pada saat perubahan dilakukan, karena transaksi berupa penyertaan modal kepada entitas anak dan tidak menimbulkan keuntungan atau kerugian yang diakui langsung.
Berdasarkan keterbukaan, perubahan penggunaan dana akan dilaksanakan WIFI dengan cara mengalihkan Rp 5,89 triliun dana rights issue kepada PT Jaringan Infra Andalan (JIA). Dana ini kemudian akan digunakan untuk setoran modal pada PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP), yaitu perusahaan penyelenggara proyek 5G FWA 1,4 GHz atau dikenal dengan Internet Rakyat (IRA).

