Usai Rilis Lompatan Laba Semester I, Sekuritas Ini Patok Potensi Cuan Saham Surge (WIFI) 152%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge membukukan kinerja luar biasa pada semester I-2025 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing 66,2% dan 153,6%. Dorongan utama berasal dari pertumbuhan pelanggan internet tetap (FTTH) dan peningkatan signifikan pendapatan segmen periklanan.
Surge (WIFI) mencatatkan pertumbuhan pesat laba bersih mencapai 153,6% menjadi Rp 228 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 90 miliar. Pendapatan perseroan juga melambung dari Rp 309 miliar menjadi Rp 513 miliar serta EBITDA melesat dari Rp 206 miliar menjadi Rp 399 miliar.
Baca Juga
Solusi Sinergi (WIFI) Eksekusi Dua Aksi Korporasi Bernilai Rp 8,4 Triliun, Dananya Untuk Ini
Analis Samuel Sekuritas Jason Sebastian dan Jonathan Guyadi mengatakan, penyumbang utama pendapatan berasal dari segmen telekomunikasi dengan lonjakan 183,1% YoY berkat peluncuran paket "Starlite" seharga Rp 100.000/bulan dengan kecepatan hingga 200 Mbps. Produk ini mendorong jumlah pelanggan aktif WIFI bertambah signifikan mencapai 385 ribu dengan total pelanggan sepanjang tahun diperkirakan mendekati 420 ribu.
Dengan pertumbuhan yang masih terjaga dan fleksibilitas keuangan yang meningkat, Samuel Sekuritas merekomendasikan beli saham WIFI dengan target harga Rp 5.200. Dengan target tersebut, terbuka kenaikan 152% dibandingkan dengan harga penutupan saham WIFI level Rp 2.060 kemarin.
Sumber: Samuel Sekuritas/Diolah
Target tersebut merefleksikan perkiraan EV/EBITDA tahun 2026 sebesar 7,6x atau diskon 17% dari rata-rata sektor. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang pertumbuhan pesat dalam jangka menengah, terutama didukung besarnya pasar broadband berpendapatan rendah yang belum tergarap.
Target harga tersebut juga mengambarkan kesuksesan Surge (WIFI) dalam menggalang dana sebesar Rp 8,5 triliun melalui rights issue hingga emisi obligasi dan sukuk. Dana tersebut ditambah investasi tunai Rp 1 triliun dari NTT Jepang akan memperkuat posisi kas perusahaan untuk mendorong ekspansi jaringan dan pelanggan.
Baca Juga
Gelontorkan Dana Rp 4 Triliun, Perusahaan Telko Asal Jepang Berinvestasi di Anak Usaha Surge (WIFI)
Dengan tambahan dana ini, WIFI menargetkan basis pelanggan bisa mencapai 2-3 juta pada akhir 2025 dan secara konservatif diproyeksikan menyentuh 5,5 juta pelanggan pada 2026, naik tajam dari 385 ribu pelanggan saat ini. Perusahaan juga akan mulai mengembangkan layanan Fixed Wireless Access (FWA) untuk mempercepat konektivitas last-mile, khususnya di luar Pulau Jawa.
Dengan sejumlah ekspansi tersebut, Samuel Sekuritas memperkirakan pendapatan WIFI bakal melesat menjadi Rp 2,04 triliun tahun ini, dibandingkan tahun 2024 sebanyak Rp 672 miliar. Laba ebrsih juga diperkirakan melambung menjadi Rp 439 miliar tahun ini dan menjadi Rp 1,20 triliun pada 2026, dibandingkan tahun 2024 sebanyak Rp 231 miliar.

