Market Cap BREN Anjlok Rp 522 Triliun, Peta 10 Saham Terbesar BEI Berubah Drastis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Daftar top 10 kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami perubahan signifikan sepanjang year to date (ytd) tahun 2026. Perubahan tersebut dipengaruhi atas kejatuhan signifikan atas indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI.
Berdasarkan data BEI, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tercatat sebagai emiten dengan penurunan market cap paling dalam sepanjang ytd. Market cap emiten ini telah anjlok dari posisi akhir tahun 2025 sebanyak Rp 1.298 triliun menjadi Rp 776 triliun pada perdagangan hari terakhir sebelum libur panjang Idul Fitri. BREN tecatat emiten dari top 10 market cap dengan penurunan harga saham paling signifikan ytd.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN) Catatk Pertumbuhan Kinerja, Laba Naik 6,5%
Dengan demikian senilai Rp 522 triliun market cap emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini telah menguap. Hal ini sejalan dengan penurunan drastis harga saham ini sebanyak 40% dari Rp 9.700 akhir 2025 menjadi Rp 5.800 hingga hari ini. Penurunan tersebut menjadikan saham BREN turun peringkat menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar kedua di BEI.
Adapun emiten dengan market cap terbesar hari ini dicatatkan saham BBCA dengan nilai Rp 827 triliun. Emiten ini berkontribusi sebanyak 6,59% terhadap kapitalisasi pasar saham BEI senilai Rp 12.547 triliun. Meski naik peringkat market cap BBCA menunjukkan penurunan dari posisi akhir 2025 senilai Rp 985 triliun.
Baca Juga
Dividen Tinggi dan Buyback Disetujui, Saham BBCA Diproyeksi Re-Rating
Emiten dengan market kap terbesar ketiga kini dihuni BBRI dengannilai Rp 522 triliun. Emiten bank pelat merah ini menggusur DSSA yang akhir 2025 menempati urutan ketiga.
Emiten dengan market cap besar lainnya, peringkat empat DCII senilai Rp 498 triliun, DSSA mencapai Rp 474 triliun, TPIA mencapai Rp 443 triliun, BMRI senilai Rp 437 triliun, BYAN mencapai Rp 422 triliun, AMMN senilai Rp 336 triliun, dan TLKM sebanyak Rp 302 triliun.

