BCA (BBCA) Kembali Jadi Raja Market Cap BEI, Barito Renewables (BREN) Tersingkir Setelah Anjlok Parah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akhirnya kembali rebut tahta sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menggulingkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang mengalami penurunan harga secara dramatis dalam tiga bulan terakhir.
Berdasarkan data BEI pada intraday sesi II hingga pukul 14.30 WIB, Senin (16/3/2026), terungkap saham BBCA diperdagangan di level Rp 6.775, sehingga total market cap emiten bank ini mencapai Rp 835,18 triliun. Sebagaimana diketahui BREN telah menghuni posisi sebagai emiten dengan market cap terbesar di BEI sejak pertengahan Juli 2025.
Baca Juga
Dividen Tinggi dan Buyback Disetujui, Saham BBCA Diproyeksi Re-Rating
Sebaliknya saham BREN ditutup anjlok ke level Rp 5.925, sehingga kapitalisasi emiten pembangkit listrik geothermal ini turun menjadi Rp 792,68 triliun. Penurunan tersebut membuat BREN turun tahta sebagai emiten dengan market cap terbesar di BEI.
Berdasarkan data BEI, saham BREN telah mengalami penurunan tajam lebih dari 38% menjadi Rp 5.925 sepanjang year to date (ytd) 2026. Bahkan, hingga sesi II, saham BREN anjlok Rp 425 (6,35%) menjadi Rp 5.900.
Bandingkan dengan penurunan harga saham BBCA relatif masih terbatas hanya lebih dari 15% menjadi Rp 6.775 sepanjang ytd. Adapun hingga sesi II hari ini, saham BBCA hanya turun Rp 100 menjadi Rp 6.775.
Baca Juga
Emiten Prajogo Pangestu Terpuruk Ytd, PTRO Ambles 58% dan BREN Jadi Beban IHSG
Penurunan harga saham BREN juga membuat nilai kekayaan Prajogo Pangestu, selaku pengendali dan pemilik, terus melorot. Hari ini saja, nilai kekayaan Prajogo menguap hampir US$ 1 miliar, sehingga kekayaan bersihnya tinggal US$ 20,5 miliar. Namun demikian dirinya tetap menduduki posisi sebagai orang terkaya di Indonesia.
Penurunan drastis nilai kekayaan Prajogo juga dipicu atas penurunan sejumlah saham emiten yang dikendalikannya. Di antaranya, saham TPIA telah meloro lebih dari 26% menjadi Rp5.250, BRPT telah anjlok lebih dari 60% menjadi Rp 1.280, CUAN jatuh lebih dari 50% menjadi Rp 1.135, saham PTRO terjun lebih dari 60% menjadi Rp 4.450, dan CDIA melorot lebih dari 54% menjadi Rp 785 sepanjang year to date (ytd).

