Barito Renewables (BREN) Catak Pertumbuhan Kinerja, Laba Naik 6,5%
JAKARTA, investortrust.id –PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan kinerja keuangan konsolidasian yang solid sepanjang tahun buku 2025. Kenaikan tersebut ditopang operasi panas bumi yang stabil serta pengelolaan biaya yang disiplin.
Laporan kinerja keuangan BREN mengungkap bahwa pendapatan sebesar US$ 605 juta atau tumbuh 1,4% secara tahunan pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 597 juta. Pertumbuhan ini didukung produksi listrik panas bumi yang stabil serta kontribusi dari unit Binary Salak, meski segmen pembangkit angin menghadapi kondisi yang lebih menantang.
Baca Juga
PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Sumut, Cadangan Daya Tersedia 113 MW
EBITDA tercatat sebesar US$518 juta dengan margin EBITDA mencapai 85,6%. Manajemen BREN menyebutkan bahwa pencapaian ini mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang berkelanjutan. Sementara itu, laba bersih setelah pajak meningkat 6,5% menjadi US$ 165 juta, didorong kinerja operasional yang kuat serta penurunan biaya pendanaan.
CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan mengatakan, kinerja solid ini ditopang kontribusi konsisten dari portofolio panas bumi. “Kami berhasil menyelesaikan proyek retrofit Salak dan kontribusi dari Unit Binary Salak yang semakin memperkuat kapasitas panas bumi kami. Aset panas bumi tetap menjadi penopang utama kinerja Perseroan,” ujarnya.
Secara operasional, dia mengatakan, BREN mencatat sejumlah capaian penting. Di antaranya, proyek retrofit Salak rampung pada kuartal III-2025 dengan tambahan kapasitas 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal. Unit ini menjadikantotal kapasitas terpasang bruto panas bumi perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini mencapai 910 MW pada akhir 2025 atau bertambah 24 MW.
BREN juga menyelesaikan dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding pada Desember 2025 yang mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55–60 MW, sebagai bagian dari strategi ekspansi panas bumi.
Baca Juga
Selain itu, BREN telah menuntaskan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal I-2026. Ke depan, Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 ditargetkan mulai beroperasi komersial pada akhir 2026.
“Dengan penyelesaian proyek tersebut, kapasitas panas bumi Perseroan diproyeksikan melampaui 1 GW, memperkuat posisi BREN sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terkemuka di Indonesia,” tulis manajemen.
Dari sisi neraca, total aset Perseroan per 31 Desember 2025 mencapai US$3,87 miliar, sementara total liabilitas turun menjadi US$2,98 miliar. Rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio) juga membaik menjadi 2,36x.

