Gulingkan BBCA, Barito Renewables (BREN) kembali Rebut Tahta Emiten Market Cap Terbesar di BEI
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), emiten yang dikendalikan taipan Prajogo Pangestu, kembali raih tahta sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Nilai market cap emiten tersebut kini mencapai Rp 1.231 triliun.
BREN kembali menggusur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dari posisi emiten dengan market cap terbesar. Hingga penutupan akhir pekan ini, market cap saham BBCA senilai Rp 1.178 triliun. Posisi ketiga ditempati PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai Rp 679 triliun dan keempat PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 653 triliun.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN) Pastikan Capex US$ 165 Juta Terserap Tahun Ini
Sebagaimana diketahui saham BREN terdepak dari posisi sebagai emiten dengan market cap terbesar di BEI sejak 23 September 2024 dan tahta tersebut diambil BBCA. Penurunan posisi karena saham BREN mendadak turun dalam dari level Rp 11.025 mnejadi Rp 7.075 hanya dalam dua hari transaksi.
Keberhasilan BREN meraih posisi teratas tersebut didukung atas penguatan harga saham emiten pembangkit Listrik panas bumi ini dari level Rp 8.525 akhir pekan lalu menjadi Rp 9.200 pada penutupan perdagangan akhir pekan ini.
Penguatan harga saham BREN mulai makin agresif setelah Prajogo Pangestu selaku pengendali membeli sebanyak 1,1 juta saham BREN dari pasar pada 5 Desember 2024. Aksi tersebut menjadikan total saham yang dimilikinya secara langsung bertambah menjadi 130,88 miliar saham.
Prajogo membeli sebanyak 1,1 juta saham BREN dengan harga pelaksanaan Rp 7.470 per saham, sehingga nilainya mencapai Rp 8,21 miliar. “Pembelian saham ini bertujuan untuk investasi pribadi dengan kepemilikan saham langsung,” tulisnya dalam penjelasan resmi tersebut.
Baca Juga
Saat Harga Tak Kunjung Naik, Prajogo Pangestu Langsung Borong Saham Barito Renewables (BREN)
Pada November 2024, Prajogo Pangestu juga telah membeli sebanyak 10 juta saham BREN. Nilai transaksinya mencapai Rp 73,22 miliar. Prajogo Pangestu membeli sebanyak 10 juta saham BREN dengan harga pelaksanaan Rp 7.322 pada 11 November.
Hingga September 2024, Barito Renewables (BREN) membukukan penurunan pendapatan dari US$ 445,27 juta menjadi US$ 441,29 juta. EBITDA turun dari US$ 379,3 juta menjadi US$ 377 juta. Laba sebelum pajak penghasilan turun dari US$ 223,70 juta menjadi US$ 217,71 juta. Penurunan tersebut berimbas terhadap koreksi laba periode berjalan BREN dari US$ 113,74 juta menjadi US$ 110,71 juta.
Grafik Saham BREN dan BBCA

