IHSG BEI Ambruk 17,46% Ytd, Jadi Indeks Saham Terburuk di Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penurunan sebanyak 448,47 poin (5,91%) ke terendah baru tahun 2026 level 7.137,21. Berlanjutnya pelemahan tersebut menjadikan total penurunan IHSG sepanjang 2026 berjalan telah mencapai 17,46%.
Pekan lalu, IHSG juga telah terjun sebanyak 649,79 poin (7,89%) menjadi 7.585,68. Penurunan beruntun tersebut menjadikan pelemahan indeks saham BEI yang paling dalam di dunia sepanjang year to date (ytd) dengan persentase pelemahan 17,46%. Sedangkan indeks saham penurunan terburuk kedua dicatatkan indeks saham Sensex India mencapai 12,50%.
Baca Juga
Pemberat utama indeks pekan ini datang dari kejatuhan saham big cap, seperti BREN yang anjlok 18,45%, AMMN turun 19,18%, DSSA melemah sebanyak 11,24%, BBRI turun 4,36%, dan TLKM anjlok lebih dari 6,9% pekan ini.
Tekanan indeks saham pekan ini juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham dengan penurunan terbesar disumbangkan saham sektor infrastruktur anjlok 8,23%, sektor material dasar turun 7,52%, sektor energi melemah 7,56%, sektor konsumer primer melemah 8%, dan sektor industry turun 6,45%.
Net Sell Saham
Selain mencatatkan penurunan dalam, pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham pekan ini mencapai Rp 1,56 triliun. Aksi asing ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 2,22 triliun. Hal ini menjadikan total net sell saham BEI sepanjang ytd mencapai Rp 8,85 triliun.
Saham dengan net sell terbanyak pekan ini, yaitu saham BBRI mencapai Rp 975,06 miliar, DUTI mencapai Rp 559,15 miliar, BMRI mencapai Rp 556,86 miliar, BBNI senilai Rp 389,52 miliar, dan MEDC mencapai Rp 321,16 miliar.
Baca Juga
Kekhawatiran Krisis Energi Tekan Wall Street, S&P 500 Sentuh Titik Terendah 2026
Adapun saham dengan net buy terbanyak pekan ini dicatatkan saham ITMG senilai Rp 366,15 miliar, AADI mencapai Rp 363,41 miliar, APIC mencapai Rp 362,28 miliar, ADRO mencapai Rp 329,49 miliar, dan NSSS senilai Rp 195,30 miliar.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 224,91 poin (3,05%) ke level terendah baru dalam delapan bulan terakhir 7.137. Kejatuhan dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham big cap, seperti saham DCII, DSSA, MLPT, MORA, AMMN, BYAN, BREN, EMAS, BNLI. Kejatuhan juga dipicu atas penurunan seluruh saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Meski IHSG terjun bebas, tiga saham berikuti justru berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), saham PSDN naik 34,95% menjadi Rp 139, ROCK naik 24,86% menjadi Rp 2.260, dan DUTI menguat 24,81% menjadi Rp 4.880. Kenaikan juga melanda saham ASPR naik 24,82% menjadi Rp176, TIFA naik 15,24% menjadi Rp 378, dan BESS melesat 11,63% menjadi Rp 1.440.

